SHARE

Denpasar – Sebanyak 1.113 ogoh-ogoh siap diarak pada malam pengerupukan hari raya Nyepi (17/3) mendatang. Arak-arakan akan dilaksanakan di masing-masing desa adat.

Diperkirakan yang paling ramai adalah di titik nol kota Denpasar, tepatnya di lapangan puputan Badung. Karena ditempat ini menjadi rute pawai ogoh-ogoh peserta lomba yang digelar pemkot Denpasar.

Wakapolresta Denpasar, AKBP I Nyoman Artana menjelaskan, dari polresta akan menerjunkan 1.907 personil. Petugas akan disebar di sejumlah titik yang menjadi rute pawai ogoh-ogoh saat malam pengerupakan.

“Pengamanan paling banyak di perempatan catur muka (titik nol kota Denpasar). Karena disana ada lomba (ogoh-ogoh),” kata wakapolres kepada wartawan, Selasa (13/03/2018).

Polisi menghimbau untuk keamanan bersama, peserta pawai ogoh-ogoh dilarang memakai sound system. Apalagi menyetel musik keras atau disko.

Termasuk melarang untuk melewati batas masing-masing rute yang telah ditentukan. Ini sebagai upaya untuk menghindari ketersinggungan maupun benturan fisik antar pengarak ogoh-ogoh.

“Biar aman semua harus mengikuti aturan. Termasuk tidak boleh mengkonsumsi minuman keras sebelum mengarak ogoh-ogoh,” ucapnya.

Dihubungi secara terpisah ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Prof. Dr. Drs I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si membenarkan arahan pihak kepolisian.

Menurutnya, para peserta memang tidak menggunakan musik disko saat mengarak ogoh-ogoh.

“Kita mengharapkan memakai musik Bali. Gamelan. Agar identitas Bali tetap terjaga,” terangnya.
(rvk/rvk)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here