SHARE

Liputan6.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (25/4/2019), IHSG melemah 24,04 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.423,83. Pada pukul 09.000 waktu JATS, IHSG merosot 17,72 poin atau 0,27 persen ke posisi 6.430,15. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,81 persen ke posisi 1.011,88. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan kecuali indeks saham Pefindo25 naik 0,07 persen.

Sebanyak 93 saham melemah. Sementara itu, 70 saham menguat dan 109 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.431,59 dan terendah 6.412,74.

Total frekuensi perdagangan saham 14.695 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 368 miliar. Investor asing jual saham Rp 33,42 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) menguat dengan berada di kisaran Rp 14.150.

10 sektor saham pun tertekan.Sektor saham aneka industri turun 1,06 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham keuangan merosot 0,73 persen dan sektor saham manufaktur tergelincir 0,74 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham NIKL menguat 9,96 persen ke posisi Rp 2.650 per saham, saham GWSA melonjak 9 persen ke posisi Rp 218 per saham, dan saham CEKA mendaki 6,36 persen ke posisi Rp 1.170 per saham.

Sementara itu, saham MBTO merosot 15,15 persen ke posisi Rp 112 per saham, saham HRME tergelincir 11,74 persen ke posisi Rp 404 per saham, dan saham CPRI susut 8,04 persen ke posisi Rp 103 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,23 persen dan indeks saham Taiwan mendaki 0,05 persen.

Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,19 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,28 persen, indeks saham Shanghai merosot 0,63 persen dan indeks saham Singapura turun 0,18 persen.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here