SHARE

Di dunia ini banyak kebohongan-kebohongan yang telah lama dipercaya oleh banyak orang, salah satunya adalah tentang wanita. Beberapa kebohongan ini akhirnya terungkap berkat ilmu pengetahuan modern.

Dilansir dari thelist.com, Kamis (10/8/2017), berikut ini adalah beberapa kebohongan tentang wanita yang akhirnya terungkap. Penasaran?

1. Wanita yang sedang menstruasi bisa sangat kuat
Pliny Elder, seorang penulis Romawi Kuno dan naturalis menyusun sebuah ensiklopedia berjudul Natural History, di mana sebagiannya bercerita tentang kekuatan wanita selama menstruasi. Seperti yang dituliskannya, kekuatan seorang wanita harus diperhitungkan.

Menurut Pliny, seorang wanita bisa membuat besi berkarat, gading kehilangan catnya, dan bilah baja menjadi tumpul, ketika menstruasi. 

Simak juga video menanrik berikut ini:

Sebagai seorang ilmuwan, ternyata Aristoteles memiliki pandangan yang sangat tidak ilmiah tentang wanita. Menurutnya, seorang wanita memiliki seri gigi yang tidak lengkap, jauh lebih sedikit daripada pria.

Menurut hirarki sosial Aristoteles, wanita menduduki peringkat yang lebih tinggi dari budak, namun tetap di bawah pria. Dalam dunia politik, Aristoteles menganggap wanita harus melayani pria karena secara fisik dan intelektual, kaum wanita lebih rendah dari pria.

Selama berabad-abad lamanya, banyak orang percaya bahwa rahim seorang wanita mampu berkeliaran ke sekujur tubuhnya sendiri seperti parasit atau disebut “wandering uterus.” Hippocrates, orang Yunani Kuno mampu memecahkan teka-teki “wandering uterus” ini menjadi kesehatan mental dan fisik yang dialami seorang wanita.

Sekian lama, keinginan seks dari kaum wanita selalu ditekan, ditanggung menjadi beban yang tidak dapat dinikmati. Impulsnya, wanita akan mendatangi dokter untuk menghilangkan gejala yang mereka rasakan, seperti berfantasi erotis, mudah tersinggung, dan masturbasi.

Untuk mengatasi hal ini, dokter biasanya akan merangsang klitoris wanita dan inilah yang menyebabkan penemuan vibrator. Ini bisa menjadi bukti bahwa kaum wanita memiliki kebutuhan seks yang sama dengan pria.

Pada era Victoria, masturbasi sungguh dianggap sebagai hal yang tidak benar. Beberapa orang mengira, masturbasi akan membuat dada wanita tersebut menjadi rata.

Inilah mengapa kaum wanita dilarang keras menyentuh bagian pribadi mereka sendiri. Selain itu, beberapa perangkat bahkan dipasarkan untuk mencegah masturbasi.

Teori ini banyak disebarkan oleh seorang profesor asal Harvard, Edward H. Clarke yang menulis Sex in Education, or A Fair Chance For The Girls. Menurutnya, wanita yang banyak membaca akan menjadi tidak subur dan mudah tersinggung.

Edward juga menyarankan anak perempuan menerima pendidikan terbatas, sehingga tidak merusak kesehatan dan kemampuan mereka membuat bayi. Untunglah, sebuah studi oleh Annie Howes di tahun 1885 dan sebuah makalah oleh Mary Putnam Jacobi di tahun 1887 mampu mematahkan teori ini.

Pada abad ke 18, banyak orang berpikir bahwa seorang wanita dapat secara langsung mempengaruhi penampilan bayinya. Maka dari itu, sebisa mungkin, para wanita yang sedang hamil menghindari hal-hal yang buruk atau tidak sehat, agar tidak merusak bayi yang ada di dalam kandungannya.

Gagasan ini ada dalam budaya barat sampai abad ke 20, seorang dokter bernama Bela Schick di tahun 1920 menyebutkan dugaan tentang racun menstruasi. Racun ini dianggap keluar melalui keringat seorang wanita yang sedang menstruasi dan menyebabkan kematian.

Seorang dokter asal Jerman pada abad ke 19 menganjurkan anak-anak perempuan menjauhi olahraga, karena dapat membuat kaki rata, merusak paru-paru, dan menyebabkan sakit perut dan kepala kronis. Seorang direktur lembaga pelatihan senam di abad ke 19 bahkan sepakat bahwa kaum wanita harus menghindari olahraga yang mengharuskan banyak gerakan.

Untuk menguji kesuburan seorang wanita, bawang putih dan bawang merah akan ditempatkan di dalam vagina seorang wanita. Keyakinan ini mengatakan bahwa jika wanita tersebut subur, maka bau bawang putih akan tercium dari napasnya pada hari berikutnya.

Namun, jika tidak, wanita ini dianggap tidak subur. Uji kesuburan ini dilakukan oleh orang-orang Yunani Kuno.

Orang-orang di Inggris dan Amerika Serikat di abad ke 20 menyakini bahwa berhubungan seks dengan seorang wanita perawan dapat menyembuhkan penyakit sifilis dan penyakit kelamin lainnya. Di zaman modern ini, pria penderita AIDS di Sahara Afrika, India, dan Thailand dilaporkan masih mencari wanita muda untuk menyembuhkan penyakit mereka.

Kaum wanita di Amerika Serikat baru diizinkan ikut dalam memilih pemimpin di tahun 1920, sedangkan di Swiss, kaum wanita baru boleh memberikan suaranya di tahun 1971. Sebuah gerakan mengklaim bahwa wanita tidak memiliki kemampuan untuk memahami politik.

Otak wanita berfungsi sama baiknya dengan otak pria. Faktanya, otak wanita rata-rata memang lebih kecil, namun ini berkorelasi dengan ukuran tubuh dan tidak berdampak pada kecerdasan seseorang.

Ini merupakan sebuah kebohongan yang mengerikan. Beberapa tahun belakangan masih banyak orang percaya bahwa perkosaan yang tidak diinginkan tidak akan bisa membuat seorang wanita hamil.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here