SHARE

Liputan6.com, Jakarta Jepang masih menjadi salah satu destinasi wisata luar negeri terfavorit bagi wisatawan Indonesia. Data Japan National Organitazion (JNTO) mengungkap, pada 2017 wisatawan asal Indonesia masuk dalam daftar 10 besar negara paling banyak mengunjungi Jepang dengan total 352.200 orang. Angka ini ditaksir akan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan perkembangan pariwisata negeri matahari terbit.

Besarnya angka kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang bukan tanpa sebab, salah satu faktor penentunya adalah kemudahan pembuatan visa kunjungan ke Jepang bagi warga negara Indonesia. Saat ini ada dua cara yang bisa dilakukan wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Jepang.

 

Cara Pertama

Berkunjung ke Okinawa, jangan lewatkan untuk mampir ke Shurijo Castle.

Cara pertama menggunakan metode lama, yaitu proses visa biasa. proses ini lebih ditujukan bagi wisatawan yang belum memiliki e-passpor. Aplikasi visa bisa dilakukan di kedutaan atau konsulat dengan mengajukan dokumen permohonan visa kunjungan sesuai dengan rencana perjalanan Anda di Jepang.

Dokumen yang perlu disiapkan untuk membuat visa dengan cara biasa ini antara lain, passpor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, mengisi formulir permohonan visa, pasfoto terbaru ukuran 4,5X4,5cm dengan latar putih, fotokopi KTP, bukti tiket penerbangan (PP), dan itenerary selama berwisata ke Jepang.

Biasanya pembuatan visa Jepang selesai dalam 4 hari kerja, namun ada baiknya jika Anda meluangkan waktu lebih banyak untuk mengurus visa sebelum hari H keberangkatan, minimal dua minggu. Ini berguna untuk Anda agar bisa melengkapi atau memperbaiki kelengkapan dokumen pengajuan visa. Biaya pembuatan visa ini antara lain Single Entry Rp 330.000 dan Multiple Entry Rp 660.000.

 

Cara Kedua

Selain dapat banyak informasi dan edukasi tentang kehidupan laut Okinawa, pengunjung Churaumi Aquarium juga akan dihibur dengan pertunjukkan Okichan Theater yang menyuguhkan kelihaian lumba-lumba dalam beratraksi. (Liputan6.com/ Ahmad Ibo)

Cara kedua adalah dengan Visa Waiver Program. Cara ini bisa dilakukan bagi pemegang e-paspor tanpa harus mengajukan dokumen permohonan visa Jepang. Meski demikian, pengajuan visa tetap harus datang ke kedutaan untuk memperoleh stempel bebas visa (berlaku 3 tahun).

Pemegang visa ini dapat mengunjungi Jepang berkali-kali dalam kurun waktu 3 tahun, dengan durasi maksimal setiap kunjungan 15 hari. Pendaftaraan untuk program ini dapat dilakukan di kedutaan bagian konsuler. Anda hanya perlu membawa e-paspor asli serta formulir pendaftaran bebas visa yang telah diisi. Prosesnya bebas biaya dengan hanya memakan waktu sekitar dua hari.

Kedutaan Jepang sendiri ada di Jalan MH Thamrin 24, Jakarta Pusat, 10350, dibuka tiap Senin-Jumat dengan jadwal pengajuan permohonan visa mulai pukul 08.30 – 12.00 dan pengambilan paspor di jam 13.30 – 15.00. 

 

Simak juga video menarik berikut ini:

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here