SHARE

Vanessa Angel didakwa telah melakukan penyebaran konten asusila. Dalam dakwaan jaksa, Vanessa melalui muncikari dianggap telah menunjukkan sisi sensualitas wanita lewat foto-foto.

Jaksa menyebut kasus ini bermula saat terdakwa yang bekerja sebagai artis sedang mengalami sepi Job. Atas dasar tersebut, maka pada 12 November 2018, terdakwa menghubungi saksi (muncikari) bernama Endang Suhartini alias Siska, dengan tujuan minta job alias pekerjaan.

“Melalui chatting WhatsApp terdakwa minta pekerjaan melayani tamu untuk berhubungan seks pada saksi (muncikari) Endang Suhartini,” ujar Jaksa Dhini saat membacakan dakwaan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, 24 April 2019.

Jaksa Dhini melanjutkan, terkait dengan permintaan itu, Siska lantas memberitahu saksi (muncikari) Fitriandi alias Vitly Jen bahwa terdakwa Vanessa Angel bisa untuk diajak berhubungan seks atau booking out (BO) apabila ada yang berminat.

Gayung bersambut, pada 23 Desember 2018 saksi (muncikari) bernama Tentri Novanta diperkenalkan oleh Deni (buron) pada seseorang bernama Dhany (buron). Dhany pun menyampaikan bahwa ada bos di Surabaya mencari artis yang bisa diajak melakukan hubungan seks.

“Selanjutnya saksi Tentri menghubungi saksi (muncikari) Intan Permata Sari Winindya Chasanovri alias Winindya alias Nindy. Oleh Nindy, dikirimlah foto-foto artis yang dapat di ajak kencan seks pada Dhany, dimana, sebagian besar foto-foto tersebut berbusana bikini yang menunjukkan sensualitas wania,” kata Jaksa Dhini.

Jaksa Dhini melanjutkan, setelah mengetahui foto-foto tersebut, dipesanlah terdakwa dan model Avriella Shaqila dengan harga Rp 75 juta, ditambah biaya akomodasi sebesar Rp 5 juta.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here