SHARE

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut jumlah peserta ujian nasional tahun ini mencapai 8,1 juta siswa. Sebanyak 6,2 juta siswa dari jenjang SMP-SMK dan SMA yang akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) meningkat signifikan.

“Data peserta UN ada 8,1 juta siswa dan 96 ribu satuan pendidikan (sekolah),” kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi, di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Sebanyak 6.293.552 atau 78% dari total peserta UN akan mengikuti UNBK pada tahun ini. Jumlah tersebut naik 166% daripada tahun sebelumnya yang mencapai 3,7 juta siswa.

“Sebanyak 78% peserta didik siap mengikuti UNBK. Jumlah peserta UNBK tahun ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya,” kata Bambang.

Bambang menyebut sekolah yang paling banyak menggunakan sistem UNBK adalah SMK, yakni 98%. Sedangkan SMA 91%.

Bambang mengatakan ada 17 provinsi yang siap menggelar 100% UNBK di jenjang SMK. Sedangkan di jenjang SMA, ada 16 provinsi yang siap menggelar 100% UNBK. Adapun di jenjang SMP yang siap menggelar 100% UNBK baru 2 provinsi, yaitu DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.

Menurutnya, UNBK dapat memudahkan pemerintah mendistribusikan soal UN berbasis kertas dan pensil. Sebab, biasanya UN berbasis itu memiliki tantangan kondisi geografis.

“Ini jumlah luar biasa dengan kondisi geografis kalau itu dilaksanakan dengan ujian kertas kompleksitasnya akan sangat berat karena proses pengiriman kertasnya kalau UNBK ini cocok untuk kondisi yang kepulauan yang beragam dan geografis,” kata Bambang.

Dia menyebut pemerintah sudah bekerja sama dengan PLN setiap daerah untuk membantu stabilnya listrik saat UNBK berlangsung. Selain itu, Bambang menyatakan UNBK terbukti efektif meningkatkan indeks integritas dalam pelaksanaan UN, tapi jumlah nilai prestasi di sebagian sekolah menurun.

“Sampai sekarang sudah terbukti bahwa UNBK ini cukup efektif meningkatkan integritas atau kejujuran dalam pelaksanaan UN. Namun selama 3 tahun ini prestasi sedikit penurunan. Naiknya indeks integritas dalam UN mesti diiringi atau diikuti dengan naiknya prestasi akademik,” kata Bambang.

Ia berharap nantinya kemampuan para siswa akan meningkat. Sementara itu, ada 22% siswa yang melaksanakan UN berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Saat ini pemerintah sedang melakukan distribusi ke provinsi-provinsi, terutama ke daerah terpencil (remote area). Selain itu, pemerintah melakukan penggandaan soal sebanyak 100% bagi SMA dan SMK. Sedangkan untuk jenjang SMP mencapai 19 persen.
(yld/rvk)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here