SHARE

Jakarta – Dua anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, yakni PT Saka Energi Sepinggan PT Saka Energi Yamdena Barat melakukan penandatanganan kontrak wilayah kerja (WK) minyak dan gas (Migas).

Keduanya melakukan penandatanganan terhadap dua blok migas tahap satu tahun 2017. Dua blok atau WK tersebut adalah Pekawai dan West Yamdena dengan nilai total investasi dan bonus tandatangan sebesar US$ 13,5 juta atau Rp 187,6 miliar (Kurs Rp 13.900).

“Pada hari ini Alhamdulillah, kita akan tandatangani kontrak psp gross split hasil lelang 2017 periode Mei-Desember, yang sebelumnya sudah kita tandatangani WK Andaman I dan II,” kata Dirjen Migas Djoko Siswanto di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (14/5/2018).


Dari kedua kontrak tersebut, pemerintah menerima komitmen pasti dan bonus Tanda tangan sebesar US$ 13,5 juta atau sekitar Rp 190 miliar, rinciannya total investasi komitmen pasti eksplorasi dari penandatanganan kontrak bagi hasil gross split WK Pekawai dan West Yamdena adalah senilai US$ 12,55 juta dan bonus tandatangan sebesar US$ 1 juta.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2017 yang mengatur Perlakuan Perpajakan Pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dengan Kontrak Bagi Hasil Gross Split, maka Kontraktor akan mendapatkan insentif pajak tidak langsung antara lain dibebaskan dari pemungutan bea masuk, pajak dalam rangka impor (PDRI), pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) atas bahan-bahan, barang dan peralatan yang yang diimpor dalam rangka Operasi Minyak dan Gas Bumi, serta mendapat pengurangan pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 100% (seratus persen) sampai dengan dimulainya produksi komersial.

Selain insentif tersebut di atas, mengingat resiko dan modal investasi ditanggung oleh Kontraktor, maka dalam hal penghasilan setelah pengurangan biaya operasi masih terdapat kerugian, kerugian tersebut dapat dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai dengan 10 (sepuluh) tahun.

Melalui Kontrak Bagi Hasil Gross Split ini, sesuai Peraturan Menteri ESDM No 52 Tahun 2017 yang merupakan revisi Peraturan Menteri ESDM No.8 Tahun 2017, apabila diperlukan, Menteri dapat memberikan tambahan split untuk membantu komersialisasi wilayah kerja pada saat POD untuk suatu tingkat keekonomian tertentu.

Adapun rincian kontrak tersebut sebagai berikut:

1.PT. Saka Energi Sepinggan dengan wilayah kerja Pekawai yang nilai investasi komitmen pastinya sebesar US$ 10,4 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$ 500 ribu.

2. PT. Saka Energi Indonesia dengan wilayah kerja West Yamdena yang nilai investasi komitmen pastinya sebesar US$ 2,1 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$ 500 ribu.

(fdl/eds)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here