SHARE

Jakarta – Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyebutkan bahwa harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium masih bisa turun jika beberapa komponen dalam formula perhitungannya mendukung.

Hal itu diungkapkannya usai rapat kerja bersama Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (11/2019).

Dia menjelaskan, seperti formula yang berlaku pada jenis bahan bakar umum (JBU) alias Pertamax series. Di mana, formulanya bergantung pada pergerakan Means of Platts Singapore (MOPS).


“Kalo MOPS rata-rata turun maka harga turun. Kalau MOPS rata-rata naik maka harga naik. Ini untuk JBU,” kata Arcandra.
Sedangkan untuk jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP) alias Premium, formulanya akan disesuaikan juga dengan beberapa hal, salah satunya tingkat daya beli masyarakat.

Dalam formula ini nantinya badan usaha bisa meminta penggantian jika harga Premium berada di atas harga keekonomian. Misalnya, jika harga Premium saat Rp 6.450 sementara harga keekonomian Rp 6.500, maka badan usaha bisa meminta penggantian Rp 50 atas selisih tersebut.

Namun, penggantian itu tergantung dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Serta, tergantung dari adanya anggaran dari negara.

“Untuk JBKP sudah ada formulanya. Formula ini yang kita lihat dan bagaimana kemampuan pemerintah dan masyarakat berapa daya beli dari sisi Premium untuk JBKP,” ungkapnya.

(hek/fdl)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here