SHARE

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap pencak silat menjadi simbol besar Bangsa Indonesia. Karena, pencak silat lahir di negara ini dan pertama kali dipertandingkan pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

“Cabang pencak silat baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games 2018, maka semangat Indonesia sebagai negeri pencak silat harus ditunjukkan dengan baik,” kata Menpora Imam saat bertemu dengan atlet nasional pencak silat Indonesia di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (13/3/2018).

Para atlet pencak silat Indonesia, lanjut Imam, optimistis akan mempersembahkan tiga hingga empat medali emas. “Saya yakin target itu masih dapat dilampaui. Tentunya masih kami nilai baik latihannya, try out maupun beberapa kompetisi atau turnamen yang akan diikuti para atlet silat kita,” ucapnya.

Menyinggung soal keinginnan cabang pencak silat untuk ikut turnamen Belgia Open, sebagai pemanasan jelang Asian Games, Menpora Imam mempersilakan. Sebab, semua anggaran sudah ada di tangan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Akan tetapi, hal yang terpenting ada laporan atau administrasi secara benar karena ia tidak ingin hal itu menjadi hal baru bagi pemeriksaan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Karena itu, semua cabang olahraga sudah disarankan untuk berhati-hati dalam mengelola maupun menyiapkan laporan pertanggungjawaban.

22 Atlet

Pesilat Indonesia memperlihatkan jurus dalam pertandingan Pencak Silat Beregu Putra saat final 18th Asian Games Invitation Tournament di Padepokan Silat TMII, Jakarta, Rabu (14/2). Indonesia menyabet emas dengan skor 466. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pelatih Nasional Pencak Silat Roni Syaifuloh mengatakan cabang pencak silat telah menyiapkan 22 atlet yang terdiri atas 12 putra dan 10 putri untuk persiapan Asian Games 2018. Setelah beruji coba, pihaknya akan beberapa evaluasi dalam rangka pembenahan fisik.

Soal Kota Solo dipilih sebagai tempat pemusatan latihan, Roni memaparkan karena secara infrastruktur memadai, antara lain ada track Stadion Sriwedari, Manahan, dan tempat-tempat lain yang bisa dimanfaatkan, serta bollroom di Hotel Lorin untuk latihan tehnik.

“Kami di Solo, ingin membenahi beberapa komponen fisik, teknik, taktik, strategi, dan mental atlet. Setelah itu, pada Mei kami ingin melakukan uji coba dalam tahap prakompetisi,” paparnya.

Dia menambahkan 22 atlet pencak silat itu sebagai jumlah yang sudah 100 persen. Karena cabang ini berisiko cedera cukup tinggi, maka perlu dukungan atlet di papan bawahnya agar setiap saat siap menggantikan mereka.

Juara Umum

Pesilat Nirmalasari Oktaviani (kanan) beradu jurus dengan pesilat Laos Olathai Sounthavong di semifinal 50-55 kg putri cabang Pencak Silat 18th Asian Games Invitation Tournament, Jakarta, Senin (12/2). Indonesia menang 5-0. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Roni mengatakan IPSI menargetkan menjadi juara umum pada Asian Games 2018. Cabang pencak silat berharap dari 16 nomor yang dipertandingkan bisa memperoleh mendali emas sebanyak-banyaknya.

“Cabang pencak silat ini saingan terberat atlet dari negara-negara Asia Tenggara, ditambah Iran, dan pecahan negara Rusia. Semua atlet pencak silat Indonesia memiliki peluang untuk meraih medali,” ujar Roni.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here