SHARE

“Selamat siang, selamat datang di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia,”

Sembari mengatupkan kedua telapak tangan di depan dada dan melontarkan senyum ramah, salah seorang staf stasiun menyambut rombongan awak media yang berkunjung ke stasiun tersebut pada Kamis (28-02-2019) lalu dalam acara bulanan “Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta” di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, di area beranda peron (concourse) tepat di depan mesin penjual tiket (ticket vending machine). Staf tersebut lalu melayani obrolan sejumlah jurnalis terkait fitur dan fasilitas yang ada di stasiun bawah tanah terakhir di fase I tersebut.

Masih di area beranda peron, di sudut lain, sejumlah jurnalis terlihat mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, yang menunjukkan berbagai fasilitas yang sudah dapat digunakan oleh pengunjung, seperti toilet dan musala. Ia didampingi oleh dua orang Manajer Stasiun yang sedang bertugas dalam fase uji coba penuh yang berlangsung sejak 27 Februari 2019 lalu. Beberapa jurnalis terlihat mencoba fasilitas lift dari area beranda peron menuju peron.

Menjelang operasi komersial yang direncanakan pada minggu keempat Maret 2019 mendatang, PT MRT Jakarta terus melakukan percepatan penyelesaikan pembangunan yang telah mencapai 99,06 persen per 25 Februari 2019 lalu. Dalam paparan sebelum bertolak menuju stasiun, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim, menyampaikan fokus pekerjaan direktorat yang dipimpinnya. “Direktorat kami sedang fokus menyelesaikan area entrance seperti kanopi, dan juga area pejalan kaki di sekitar stasiun. Tahap testing and commissioning dengan delapan rangkaian kereta dan selang waktu antarkereta 10 menit juga telah selesai. Saat ini kami sedang dalam tahap uji coba penuh (full trial run) dengan dua agenda utama yaitu simulasi kedaruratan dari tanggal 27 Februari hingga 11 Maret 2019 dan pelibatan publik dalam uji coba penuh yang sesudahnya,” ujar ia.

William juga menambahkan bahwa pelibatan masyarakat dalam uji coba penuh ini baru akan dibuka pada 5 Maret 2019 mendatang. “Masyarakat bisa mendaftar ke situs web MRT Jakarta pada 5 Maret 2019, dan mulai ikut uji coba pada 12 Maret. Akan ada kuota harian, mulai dari 4 ribu hingga 28 ribu penumpang per hari sampai saatnya MRT Jakarta beroperasi secara komersial sekitar 24-31 Maret,” kata William. “Waktu operasional pelibatannya pun mulai dari 08.00 hingga 16.00 WIB,” lanjut ia. Ia juga menyebutkan bahwa ketika beroperasi nanti, setiap stasiun akan menggunakan terbagi menjadi tiga shift tim yang setiap timnya terdiri dari sekitar 15-24 orang dan terbagi menjadi manajer dan staf stasiun, tim keamanan, dan tim cleaning service.

Silvia Halim juga menambahkan bahwa MRT Jakarta akan melakukan penataan kawasan stasiun agar lebih nyaman bagi setiap pengguna. “Kami akan siapkan integrasi dengan sistem bus transjakarta, park and ride di beberapa stasiun seperti Lebak Bulus dan Fatmawati, pemanfaatan area drop off penumpang, pengelolaan pedagang kaki lima dan parkir liar, serta angkutan berbasis daring (online),” ucap ia. “Khusus untuk ojek daring (online), kami akan atur agar jarak dari pintu masuk (entrance) setiap stasiun MRT Jakarta ke titik jemput dan antar sekitar 150 meter. Titik ini akan kami beri tanda khusus dan di kuartal ketiga 2019 nanti akan siapkan halte khusus,” ujar satu-satunya perempuan dalam jajaran direksi PT MRT Jakarta tersebut. [NAS]

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here