SHARE

Memasuki bulan kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, didampingi Ibu Negara Republik Indonesia, Iriana Joko Widodo, hadir dalam acara ”Goresan Batik Kemerdekaan” yang berlangsung di Beranda Peron A Stasiun Bundaran Hotel Indonesia pada Kamis (1-8-2019) lalu. Presiden dan Ibu Negara berkesempatan untuk mengawali goresan pertama dari kain sepanjang 74 meter yang rencananya akan dipenuhi motif batik khas Nusantara. Presiden Joko Widodo dan rombongan terlihat tiba di Pintu Masuk A Stasiun Bundaran HI sekitar pukul 08.15 WIB dan disambut dengan tarian dan musik tradisional.

“Memasuki bulan kemerdekaan ini, kita mulai untuk membatik sepanjang 74 meter yang sesuai dengan dirgahayu kemerdekaan kita yang ke-74. Kita berharap batik ini yang sudah tercatat di UNESCO bisa menjadi sebuah brand Indonesia di tingkat internasional,” ujar Presiden Joko Widodo usai membatik dengan motif Garuda Nusantara (gurdo). “Diharapkan juga ada regenerasi pembatik-pembatik dari yang angkatan tua dan dewasa ke angkatan remaja dan anak-anak. Semua teregenerasi dengan baik agar batik bisa dikembangkan ke seluruh Indonesia,” lanjut ia. Dalam acara pagi itu, terlihat sekitar 50-an pembatik terlihat tekun melukis kain dengan alat khusus canting.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut B. Pandjaitan; Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; dan Staf Khusus Presiden RI, Sukardi Rinakit. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dan Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi, terlihat hadir di antara rombongan pagi itu.

Sejak diresmikan pada 24 Maret 2019 lalu, MRT Jakarta telah digunakan oleh lebih dari 90 ribu orang setiap hari. Setiap stasiun bukan hanya sebagai tempat lalu lalang penumpang, melainkan juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang lebur kegiatan masyarakat, baik seni maupun budaya. Area beranda peron di sejumlah stasiun seperti Bundaran HI, Dukuh Atas BNI, dan ASEAN telah digunakan sebagai sarana pertunjukan musik dan budaya untuk menghibur masyarakat pengguna transportasi publik kereta bawah tanah pertama di Indonesia ini. Selain itu, area sekitar stasiun, seperti trotoar dan Terowongan Jalan Kendal juga kerap dimanfaatkan sebagai ajang pertunjukan seni dan budaya Indonesia. [NAS]

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here