SHARE
Beda Fahri Hamzah-Fadli Zon Hadapi Kasus Ujaran KebencianDua Pimpinan DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah (Dok. detikcom)

Jakarta – Dua Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan ujaran kebencian. Keduanya menyikapi dengan cara masing-masing.

Kasus berawal dari cuitan akun Twitter. Pada 4 Maret, Fahri mencuitkan berita Jawa Pos berjudul ‘Muslim Cyber Army Diduga Ahokers’. Fadli kemudian mencuitkan kembali (retweet) konten yang dicuitkan Fahri itu. Maka kedua-duanya dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid atas dugaan penyebaran ujaran kebencian.

Pelapor mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (12/3) kemarin. Fahri dan Fadli beraksi di DPR dengan gaya yang berbeda sebagai berikut:

Fahri Berusaha Menikmati

Beda Fahri Hamzah-Fadli Zon Hadapi Kasus Ujaran KebencianFahri Hamzah. (Gibran Maulana/detikcom).

Fahri Hamzah menunjukkan sikap santai saat menanggapi pelaporan itu. Baginya, pelaporan itu adalah hal biasa saja. Malahan, Fahri berusaha menikmati.

“Itu rutin aja yang gitu-gitu. Enggak ada yang salah, biarin saja. Itu bagian dari kenikmatan berdemokrasi. Nikmati saja,” kata Fahri, Senin (12/3) kemarin.

Tulisan berjudul ‘Muslim Cyber Army Diduga Ahokers’ itu dihapus oleh Jawa Pos, disertai dengan tulisan klarifikasi pada 4 Maret 2018 pukul 20.27 WIB. Tulisan itu menjelaskan bahwa berita ‘Muslim Cyber Army Diduga Ahokers’ dihapus karena tak sesuai standar jurnalistik.

Meski Jawa Pos menghapus tulisannya, namun Fahri tak berencana mengeluarkan pernyataan permintaan maaf karena menyebarkan berita salah di akun Twitter-nya. Dia menyebut langkahnya mencuitkan berita itu justru sebagai bentuk tanggung jawab, agar publik mencari tahu kebenaran isi berita itu.

“Saya mengutip lembaga resmi. Kantor berita resmi. Saya ngutip, saya sebutkan link-nya. Dengan begitu saya mempersilakan publik mengecek langsung. Justru itu bertanggung jawab dong. Kecuali saya mengutip ternyata nggak ada di medianya,” ujar Fahri.

Fadli Peringatkan Pelapornya

Beda Fahri Hamzah-Fadli Zon Hadapi Kasus Ujaran KebencianFadli Zon (Andhika Prasetia/detikcom)

Bila Fahri berusaha menikmati pelaporan dirinya, lain halnya dengan Fadli. Politisi Partai Gerindra ini mengingatkan pelapornya, bahwa dirinya bisa membalikkan keadaan.

“Nanti malah itu tuduhan kepada saya itu bisa saya tuduh balik juga,” kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, siang tadi.

Fadli tak merasa sebagai penyebar hoax hanya dengan mencuitkan berita yang salah dari sebuah media massa. Fadli juga tak berencana menghapus cuitannya itu.

“Loh kenapa? Memang ada aturan dihapus? Saya kira itu salah paham aja. Kalau menyebarkannya dari institusi situs abal-abal, baru,” terang Fadli.

(dnu/imk)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here