SHARE

“Di MRT Jakarta ini, akan ada sekitar 130 ribu penumpang lalu lalang. Mereka semua punya kebutuhan dan bagi UMKM, mereka adalah potential consumer. Selain UMKM, kami juga akan siapkan program hiburan dari industri kreatif seperti musisi-musisi agar pengguna MRT Jakarta bisa mendapatkan pengalaman positif dalam menggunakan transportasi ini karena dengan itu bisa mendorong rasa memiliki yang baik dari masyarakat sehingga secara mandiri dapat menjaga fasilitas ini seperti kebersihannya dan memeliharanya,”

Hal tersebut disampaikan Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, Joshua Puji Mulia Simandjuntak, ketika berkesempatan mengunjungi Stasiun Bundaran Hotel Indonesia pada Jumat (1-3-2019) lalu bersama dengan Deputi Infrastruktur Bekraf RI, Hari Santosa Sungkari. Selain melihat-lihat fasilitas yang ada di stasiun, rombongan Bekraf juga menjajal kereta dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus dan kembali ke Stasiun Bundaran HI. Tampak dalam rombongan Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono. Kunjungan siang itu diterima langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dan Sekretaris PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin. William Sabandar terlihat menjelaskan sejumlah fitur yang ada di stasiun dan kereta MRT Jakarta.

Joshua juga menyampaikan rasa kagumnya atas perkembangan MRT Jakarta. “Ini sih luar biasa sekali. Dan, saya selalu mengatakan kepada siapapun bahwa ini adalah sejarah yang akan mengubah gaya hidup cara hidup warga Jakarta menjadi lebih positif. MRT ini akan jadi pemicu untuk banyak hal, terutama hal yang meningkatkan nilai ekonomi warga Jakarta itu sendiri,” ucap ia dari area beranda peron (concourse) Stasiun Bundaran HI. “Saya membayangkan nanti akan banyak kegiatan-kegiatan dari industri kreatif di sini (stasiun MRT Jakarta),” ujar ia.

Baca Juga: MRT Jakarta dan Bekraf RI Tandatangani Nota Kesepahaman

Saat ini, PT MRT Jakarta dan Bekraf RI tengah melakukan kurasi dan seleksi terhadap 350 UMKM yang akan menempati lima stasiun MRT Jakarta, yaitu Stasiun Lebak Bulus, Haji Nawi, Blok A, Fatmawati, dan Dukuh Atas. Dari 350 UMKM tersebut, akan dipilih sebanyak 16 UMKM yang terdiri dari delapan UMKM kuliner, lima UMKM fesyen, dan tiga UMKM kriya. [NAS]

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here