SHARE

Maros – Bendungan Lekopancing, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengering. Padahal bendungan Lekopancing menjadi andalan sumber PDAM.

Dalam kondisi normal, debit air di bendungan sekitar 1- 2 meter dari atas pembatas bendungan. Namun saat ini, debit air sudah berada 1,5 meter dari batas normal.

 Bendungan Lekopancing, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengering. Bendungan Lekopancing, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengering. Foto: M Bakrie-detikcom


“Sudah sebulan terus berkurang. Bendungan ini digunakan PDAM Maros sama Makassar juga. Kondisinya sekarang sudah minus 10 karena normalnya itu 1 sampai 2 meter di atas mercu. Ini bisa tambah parah kalau tidak turun hujan,” kata petugas pintu air, Makmur, Senin (1/7/2019).

 Bendungan Lekopancing, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengering. Bendungan Lekopancing, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengering. Foto: M Bakrie-detikcom

Selain untuk PDAM, debit air di bendungan Lekopancing juga dimanfaatkan warga sekitar untuk irigasi pertanian.

“Kalau kondisinya begini, sudah tidak bisa lagi untuk irigasi. Karena untuk kebutuhan PDAM saja sudah tidak bisa terpenuhi. Apalagi, kemarau ini diperkirakan panjang, bisa mengering. Kami imbau warga lebih hemat pakai air,” ujarnya.

 Bendungan Lekopancing, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengering. Bendungan Lekopancing, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengering. Foto: M Bakrie-detikcom

(fdn/fdn)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here