SHARE

Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyempatkan diri berziarah ke makam Mang Aen, petani pencetus ideologi Marhaenisme yang dikembangkan oleh Presiden RI pertama, Ir Soekarno.

Makam Marhaen atau dikenal dengan nama Mang Aen pada masanya, terdapat di tengah permukiman warga, Kampung Cipagalo, RT 04/03, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. Ziarah petinggi PKB yang lebih akrab disapa Cak Imin ini dilakukan sekira pukul 16.30 WIB, Selasa (13/3/2018).

“Kami datang ke makam Pak Marhaen ini karena ingin menyerap inspirasi, gagasan dan pemikiran marhaenisme yang dibangun oleh Bung Karno,” ungkap Cak Imin, usai membacakan doa di depan makam Marhaen.

Menurutnya, Marhaen merupakan realitas sosial yang menginspirasi lahirnya pemikiran ideologi marhaenisme. Menurutnya, Marhaen adalah seorang petani, rakyat, muslim, taat dan santri, memiliki semangat untuk hidup dan berjuang, meski tidak memiliki apapun terutama modal untuk bisa maju dan hidup sejahtera.

“Semangat juang dan upaya untuk mensejahterakan diri dengan seluruh keterbatasan terutama aset tanah, tidak dimiliki. Itu menginspirasi Bung Karno untuk membangun ajaran marhaenisme, yaitu keberpihakan kepada rakyat jelata,” paparnya.

Dengan berziarah ke makam tersebut, ia mengaku semakin kuat tekad untuk terus melanjutkan semangat Bung Karno, perjuangan Gus Dur, perjuangan para kyai, ulama dan pejuang-pejuang lainnya.

“Marhaen bersama dengan seluruh semangat kaum santri, Insyaalloh menjadi kekuatan untuk memperbaiki kesejahteraan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Cak Imin beserta beberapa pengurus PKB datang dengan mengenakan batik merah. Ditanya mengenai pemaknaan dari warna merah yang identik dengan simbol Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut, ia menegaskan tidak ada kaitannya dengan partai pengusung Presiden Jokowi di Pilpres 2014 tersebut.

Cak Imin menegaskan kembali bahwa dirinya begitu mencintai Sang Proklamator bangsa Indonesia, Bung Karno, sehingga terdorong gagasan untuk mengenakan pakaian berwarna merah.

“Ya kurang cintanya apa kita kepada Bung Karno, sampai simbol merahpun kita gunakan, sangking cintanya pada cita-cita Bung Karno dan ideologi marhaenisme. Dengan kebijakan itu Insyaalloh bisa mempersatukan perjuangan kita dengan teman-teman PDIP,” papar mantan Anggota DPR RI dan Menteri Tenaga Kerja ini.

Ia mengakau sudah sejak lama ingin menziarahi makam Marhaen. “Sudah lama sekai, dan baru inget lagi ya tiga bulan yang lalu, tapi baru sempat sekarang,” katanya.

Di luar bangunan yang menaungi makam Marhaen, warga kampung tampak berdesak-desakan ingin melihat tokoh NU yang digadang-gadang akang maju sebagai Calon Wakil Presiden pada Pemilu 2019 ini. Usai berziarah, Cak Imin pun memberikan sambutannya, memperkenalkan diri, sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan warga yang kurang mampu.
(ega/nwy)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here