SHARE

Alisha Cowie lahir di Gateshead, Inggris dan dibesarkan di Newcastle, Inggris. Pada 2014, ia menyadari hanya dapat mendengar dengan satu telinga.

“Saya baru berusia 15 tahun dan menganggap itu sementara, tetapi saat 17 tahun, itu menjadi lebih buruk sehingga saya pergi ke dokter. Ia memeriksa kesehatan telinga saya dan menyebut baik-baik saja,” kata Alisha.

Masalah pendengaran Alisha kemudian kian memburuk namun ia diberitahu berulang kali bahwa tidak ada yang salah. Baru pada akhir Agustus 2018, sebelum ia menginjak 19 tahun, ia melakukan tes pendengaran. Hasilnya menyebut ia mengalami gangguan pendengaran prematur di kedua telinganya.

“Saya diberi tahu pendengaran saya bisa tetap seperti ini selamanya atau bisa semakin memburuk. Saya terkejut. Saya pikir saya terlalu muda untuk hal seperti ini terjadi,” ungkapnya.

Diagnosis tersebut mempengaruhi kepercayaan dirinya termasuk tidak yakin berkompetisi di Miss England pada September 2018 karena takut tidak dapat bertahan tetapi ia memilih untuk tetap berjuang.

“Saya mulai belajar bahasa isyarat dan membaca bibir. Jadi jika yang terburuk terjadi, saya punya pilihan dan itu bukan akhir dari segalanya,” katanya.

Ketakutan Alisha terpatahkan dan berhasil menyandang gelar Miss England 2018. Kini ia sibuk menjalani tugas sebagai ratu kecantikan. Selain itu, saat ini ia juga tengah mempelajari Crime Scene Investigation And Forensic Science atau Investigasi TKP dan Ilmu Forensik di Teesside University, Inggris dan berharap dapat menjadi detektif satu hari nanti.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here