SHARE

Tahukah Anda, Indonesia merupakan negara ke-4 dengan jumlah pengguna Facebook teraktif di dunia, dan salah satu negara dengan jumlah pengguna Twitter terbanyak? Hal ini cukup memungkinkan, mengingat ada banyak pengguna media sosial yang sudah mulai kecanduan. Bila Anda termasuk salah seorang yang merasa mengalaminya, kini saatnya menjaga jarak sejenak dari aktivitas berselancar di dunia maya tersebut.

Anda tidak perlu secara mendadak memutuskan untuk tidak akan pernah lagi menggunakan media sosial selamanya! Bagaimanapun juga, bila digunakan secara tepat dan sesuai fungsinya, media sosial tidak selamanya buruk, kok! Ada beberapa keuntungan informasi yang bisa Anda dapatkan dari sana yang mungkin saja tidak bisa didapatkan di media lainnya, misalnya saja info lowongan kerja, info beasiswa, dan sebagainya.

Nah, bila Anda sudah membulatkan tekad untuk menjalani diet ini, coba baca beberapa ide praktis di bawah ini, yang bisa Anda terapkan:

1. Kembangkan hobi

Dengan mengurangi aktivitas di media sosial, Anda punya semakin banyak waktu tersisa. Sebagai pengganti aktivitas tersebut, cobalah kembangkan hobi dan aktivitas lainnya, misalnya berolahraga atau mengerjakan prakarya. Anda mungkin enggan melakukan aktivitas-aktivitas ini dengan berbagai alasan, mulai dari rasa malas hingga tidak punya dana untuk menekuni hobi atau aktivitas.

Banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan dengan biaya rendah, atau bahkan secara cuma-cuma. Contohnya, Anda bisa membuat karya seni dari barang bekas. Selain dapat memanfaatkan barang-barang yang sedianya akan dibuang, Anda pun akan mengalami suatu kepuasan tersendiri karena sudah menghasilkan karya. Atau Anda mungkin enggan berprakarya dengan alasan takut baju kotor terkena lem. Namun jangan khawatir, karena ada cara menghilangkan bekas lem yang bisa Anda coba.

2. Kurangi frekuensi berjejaring

Seperti halnya segala jenis candu, tidak ada cara cepat untuk membasminya. Banyak orang mengira bahwa berhenti secara penuh merupakan cara yang paling tepat, namun semuanya kembali ke masing-masing individu. Tidak semua pengguna media sosial bisa menerima atau mengikuti cara ini. Sebaliknya, kebanyakan yang sedang menjalaninya merasa lebih bisa sukses berhenti membuka Facebook atau Instagram saat mereka secara perlahan mengurangi waktu berselancar.

Jadi intinya, janganlah mencoba berhenti secara tiba-tiba, tapi kurangilah waktu beraktivitas di media sosial sedikit demi sedikit. Misalnya kalau dulunya Anda menghabiskan waktu antara empat hingga lima jam setiap hari untuk berjejaring-sosial ria, sekarang cobalah dipotong menjadi dua jam saja setiap hari. Dari situ, potong lagi menjadi satu jam per hari, lalu menjadi dua jam per tiga hari, misalnya, dan seterusnya. Dengan demikian Anda tidak mengalami rasa kaget dibandingkan jika Anda tiba-tiba langsung menghentikan aktivitas berjejaring di dunia maya. Andapun akan lebih mampu beradaptasi dengan pemotongan-pemotongan waktu ini.

3. Berkreasi dan bersosialisasilah di dunia nyata

Banyak orang beralasan aktivitas di media sosial merupakan sebuah ekspresi eksistensi diri. Di dunia tersebut, mereka bisa bebas mengutarakan opini, menampilkan karya, maupun berdiskusi dengan sesama penyuka topik tertentu.

Banyak juga yang mengatakan bahwa mereka dapat lebih mudah berteman di dunia maya dibandingkan di dunia nyata. Cobalah membuang asumsi ini dan berusaha menjalin hubungan dengan orang-orang di dunia nyata. Cobalah pula exist di dunia nyata dengan mengikuti berbagai kegiatan di masyarakat atau mengikuti berbagai macam lomba sesuai minat dan bakat.

Akan lebih baik jika Anda memanfaatkan waktu untuk membantu orang-orang di sekitar Anda tanpa khawatir risiko kecil. Misalnya, risiko terkena lem ketika sedang membantu tugas prakarya adik atau keponakan. Cara menghilangkan bekas lem sangat mudah dicari, namun kesempatan memberikan pertolongan mungkin tidak datang dua kali. Anda akan merasakan bahwa aktivitas dan hubungan di dunia nyata jauh lebih memuaskan daripada di dunia maya.

4. Uninstall semua aplikasi media sosial di telepon genggam

Hal ini tidak hanya akan menghentikan semua push-notifications untuk Anda, namun juga membuat Anda tidak mengingat-ingat lagi apa yang hilang. Seperti kata pepatah, jauh di mata, jauh di hati. Bila dirasa masih bisa tergoda dengan berselancar lewat komputer atau gadget lainnya, langsung saja de-activate akun Anda untuk batas waktu tertentu, misalnya selama sebulan atau dua bulan.

Demikian beberapa ide diet media sosial dari kami. Selamat mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here