SHARE

Jakarta – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mendorong agar capres Joko Widodo (Jokowi) dan capres Prabowo Subianto segera melakukan pertemuan untuk rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019. Jimly menyarankan Jokowi dan Prabowo bertemu dalam suasana santai tanpa membahas politik.

“Sebaiknya segera mengadakan pertemuan, untuk meredakan yang di bawah-bawah ini. Nggak usah lama-lama, ngopi aja nggak usah ngomong politik,” ujar Jimly saat ditemui di kediaman Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (22/19/2019).

Jimly berharap pertemuan informal itu dapat terjalin dalam kapasitas Jokowi dan Prabowo sebagai pribadi, bukan sebagai presiden dan calon presiden. Meski pertemuan itu berlangsung cepat, namun dia yakin pertemuan Jokowi dan Prabowo memberi makna yang dalam bagi masyarakat.


“Itu memberi sinyal kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa di antara dua tokoh bangsa ini nggak ada masalah,” katanya.
Jimly juga menyarankan kepada kedua kubu baik dari kubu Jokowi-Ma’ruf dan kubu Prabowo-Sandi untuk sama-sama tidak melakukan deklarasi yang mengklaim kemenangan di Pilpres 2019. Demikian halnya dengan acara syukuran yang mengklaim kemenangan.

“Tunggu lah, percayakan segala proses ini kepada keputusan resmi KPU. Dan nanti kalau ada ketidakpuasan bawa ke MK. Tugas timses ini menghimpun ke alat bukti. Bawa ke MK, MK akan buat persidangan terbuka dan di situ publik akan belajar, mengenai mana yang benar dan mana yang masalah,” imbuhnya.
(nvl/jbr)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here