SHARE

London – Liga Inggris menyajikan persaingan berbeda di kompetisi Benua Eropa. Tak ada klub yang benar-benar mendominasi.

Persaingan juara Liga Inggris melibatkan enam klub. Manchester City dan Liverpool dikepung Chelsea, Manchester United, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Liga Inggris begitu digdaya di Benua Biru pada musim lalu. Tengok saat Liverpool bersua Tottenham di final Liga Champions dan Chelsea berduel melawan Arsenal pada partai puncak Liga Europa.

Hingga saat ini, Crystal Palace menepati posisi keempat, Tottenham Hotspur berada di posisi kesembilan, Sheffield United berada di sepuluh besar, dan Chelsea tidak berada di sepuluh besar.

Pekan keempat Liga Inggris telah berlalu. Berikut fakta menarik kompetisi hingga pekan keempat yang dirangkum situs Sportskeeda.

2 dari 4 halaman

Tim Promosi Penuh Percaya diri

Para pemain Sheffield United merayakan gol yang docetak Callum Robinson ke gawang Chelsea pada laga Premier League di Stadion Stamford Bridge, London, Sabtu (31/8). Kedua klub bermain imbang 2-2. (AP/John Walton)

 Pertama kali dalam beberapa tahun terakhir, tiga klub promosi Premier League mengawali musim dengan penuh percaya diri.

Sheffield United merupakan tim promosi dengan performa terbaik pada empat laga awal Premier League.

Klub yang bermarkas di Bramall Lane saat ini berada di posisi sepuluh Premier League dengan raihan 5 poin.

Sheffield United terakhir kali berpartisipasi di Premier League pada musim 2006 dan mereka pernah berada di League One selama enam musim berturut-turut pada musim 2011-2016.

Sheffield telah meraih kemenangan saat bersua Crystal Palace dan tampil impresif saat menahan imbang Bournemouth dan Chelsea.

Hasil positif yang diraih Sheffield tidak dirasakan oleh tim promosi lainnya, Norwich City dan Aston Villa. Kedua tim tersebut saat ini berada di papan bawah klasemen.

The Canaries dan The Villans selalu menampilkan permainan yang agresif dan tidak menerapkan parkir bus ketika menantang tim yang lebih superior.

Jika dalam laga-laga selanjutnya tidak terjadi perubahan gaya bermain, kedua tim harus siap berada di papan bawah klasemen untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

3 dari 4 halaman

Persaingan Juara

Winger Liverpool Sadio Mane (kiri) merayakan gol ke gawang Southampton pada partai Liga Inggris di St Mary’s Stadium, Sabtu (17/8/2019). (Twitter LFC)

Manchester City dan Liverpool merupakan tim yang digadang-gadang menjadi juara Premier League musim ini. Kedua tim selalu mendominasi dalam empat pertandingan yang telah dilalui.

Jika dikombinasikan, kedua klub telah mencetak 26 gol dan hanya kebobolan tiga gol selama empat pekan Premier League.

Efisien saat menyerang dan kuatnya pertahanan kedua tim tidak berubah sejak musim lalu.

Liverpool menjadi satu-satunya tim yang meraih hasil sempurna hingga pekan keempat Premier League dengan raihan 12 poin, sedangkan Manchester City masih belum terkalahkan hingga saat ini.

4 dari 4 halaman

Labilnya Performa Chelsea dan Manchester United

Para pemain Manchester United merayakan gol yang dicetak Marcus Rashford ke gawang Chelsea. (AFP/Oli Scarff)

Chelsea dan Manchester United adalah tim yang disegani di daratan Britania Raya, tapi tidak untuk musim ini. Kedua tim sulit untuk meraih hasil positif dan kerap kehilangan poin penting di awal musim.

Saat ini Chelsea diarsiteki oleh Frank Lampard yang belum memiliki banyak pengalaman melatih. The Blues juga dihadapkan permasalahan karena tidak dapat mendatangkan pemain baru musim ini karena sanksi dari FIFA.

Sedangkan Manchester United mengawali musim dengan hasil yang kurang baik. Takluk atas Crystal Palace dan berbagi angka ketika bertandang ke kandang Southampton membuat pasukan Ole Gunnar Solskjaer tidak percaya diri menembus papan atas Premier League. (Tegar Juel)

Sumber: Sportskeeda

Disadur dari: Bola.com (Penulis Ario Yosia / Editor Ario Yosia, Published 11/09/2019)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here