SHARE

berita.lewatmana.com – Antartika atau Kutub Selatan merupakan wilayah paling selatan Bumi yang masih menyimpan banyak misteri hingga sekarang. Karena itulah sejak dulu sering dilakukan penelitian di sini. Banyak hal menarik yang ditemukan di Antartika, meski hingga sekarang masih menyimpan berjuta misteri.

Di bawah ini adalah fakta-fakta mencengangkan tentang Antartika yang patut Anda ketahui.

1. Ada tempat di Antartika yang belum pernah dibasahi hujan

Satu persen lokasi di Kutub Selatan ini ada yang tidak diselimuti es dan terbilang gersang. Dan yang lebih mengejutkannya, ada beberapa tempat yang belum pernah dituruni hujan selama ribuan tahun. Bisa dibayangkan betapa keringnya tempat ini. Namun lokasinya masih terbilang indah.

Sumber: John Weaver
2. Ada air terjun yang dinamakan Air Terjun Berdarah

Air terjun ini dinamakan seperti itu karena airnya yang berwarna merah akibat reaksi kimia antara es dan garam yang kandungannya begitu tinggi. Saking asinnya ketika turun ke daratan, garam-garam ini berubah menjadi merah dan airnya pun ikut berubah warna. Namun karena warnanya yang sangat merah, menjadikan air terjun itu bagai dipenuhi dengan darah.

Sumber: John Weaver
3. Sering ditemukan meteor jatuh

Karena berada di bagian ujung selatan Bumi, yang mana lokasinya memiliki daya gravitasi yang kuat, membuat benda-benda langit dari angkasa luar sana nyasar ke Antartika. Bayangkan saja jika Antartika ditinggali oleh banyak orang, pasti akan sering terjadi bencana.

Sumber: John Weaver
4. 70 persen air bersih berada di Antartika

Kutub Selatan memiliki banyak sumber air yang sebenarnya bisa kita eksplorasi, sayangnya karena lokasinya yang jauh dan dingin menjadikan kita tidak mampu mengeksplorasinya dengan baik. Namun air di sini sangatlah bagus dibandingkan air-air yang ada di Bumi.

Sumber: John Weaver
5. Kutub Selatan tidak memiliki pembagian waktu

Karena bukan wilayah yang ditinggali oleh banyak orang, Kutub Selatan tidak memiliki pembagian waktu. Jika Anda kemari, tidak akan ada waktu yang Anda ketahui. Untuk memudahkan pembagian waktu, para peneliti biasanya akan menggunakan waktu Selandia Baru atau Australia demi memudahkan jadwal mereka. Waktu itu penting meski di Kutub Selatan sekalipun.

Sumber: John Weaver

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here