SHARE

Jakarta – Akhir-akhir ini harga pangan khususnya beras mengalami lonjakan. Misalnya, harga beras medium yang mencapai Rp 12.000/kg dan beras premium Rp 15.000/kg.

Lantas hal ini tentu berimbas pada masyarakat, salah satunya adalah Sumini. Ia mengatakan bahwa dirinya harus merogoh kocek lebih dalam untuk bisa membeli beras.

Sebab, Sumini yang merupakan pedagang nasi kuning membutuhkan beras setiap hari untuk dimasaknya.

“Saya beli karena dagang nasi kuning, nasi uduk. Dulu beli (beras) Rp 7.500 sekarang harganya di atas Rp 9.000. Kalau pilih yang jelek pasti nggak mau,” ucap Sumini kepada detikFinance, Sabtu (13/1/2018).

Ia pun mengaku mengalami penurunan pendapatan karena modal yang ia keluarkan lebih besar dibandingkan sebelumnya. Namun ia enggan menyebutkan angka penurunannya.

“Ada lah iya (penurunan pendapatan),” sambung wanita berhijab ini.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa tidak menaikkan harga dagangan nasinya atau pun mengurangi porsinya. “Nggak juga sih (menaikkan harga). Standar Rp 5.000 satu mikanya kan harus pakai santen, ini itu. Nggak enak dinaikin (harganya) kan harga beras juga naik,” ungkapnya.

Ia pun berharp harga beras bisa kembali normal seperti dulu. Sebab ia merasa harga yang melonjak justru memberatkan bagi dirinya.

“Ya kalau bisa turun lebih murah lagi. Ya harga beras ini bagi saya berat menyusahkan juga karena harga beras naik terus,” pungkasnya.

Pasar Murah Kementan Meringankan Beban Ibu-ibu

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar bazar beras murah di 4 provinsi, salah satunya titiknya di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Nah, bazar tersebut dinilai meringankan beban ibu-ibu.

Salah satu pembeli, Yuli merasa terbantu atas hadirnya bazar tersebut. Pasalnya harga beras yang dijual di lokasi tersebut dinilai lebih murah dibandingkan yang lain.

“Ya bagus sih kan bisa meringankan beban ibu-ibu. Beda lah jauh harganya. Kalau di warung Rp 11.000 kadang jelek. Kalau di sini kan lumayan,” kara Yuli kepad detikFinance, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Sebagai informasi, dalam bazar beras murah, beras dijual dalam ukuran 5 kg sebesar Rp 44.000. Sehingga beras per kilonya hanya dipatok Rp 8.800.

Tak hanya ibu-ibu, Oktadi yang membeli beras di bazar tersebut juga mengaku senang. Pasalnya, ia bisa membeli beras dengan harga yang terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari.

“Senang. Ini habis beli beras untuk makan sehari-hari saja. Tadi beli 5 kg Rp 44.000,” ungkap Oktadi.

Lebih lanjut, ia menilai bazar beras murah tersebut dapat membuat penurunan pada harga beras yang cenderung meningkat akhir-akhir ini. “Ini kan beras dari pemerintah ya. Jadi harapannya bisa turun lah harga, jangan naik lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, bazar beras murah di Pasar Pondok Labu dilaksanakan sejak pukul 09.36 WIB. Tak hanya beras, pihaknya juga menjual bawang merah Rp 18.000/kg, bawang putih Rp 14.000/kg dan gula pasir Rp 12.000/kg. (ang/ang)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here