SHARE

Liputan6.com, Jakarta Hidup sehat secara fisik masih belum cukup di era sekarang ini. Finansial atau keuangan pun harus sehat sebab keduanya secara tidak langsung sangat berkaitan.

Psikolog Roslina Verauli mengungkapkan sebuah studi berjudul Healthy, Wealthy and Wise: Retirement Planning Predicts Employee Health Improvement menemukan bahwa orang-orang yang memiliki perencanaan keuangan dan mempersiapkan masa tua, cenderung mengambil langkah hidup sehat untuk menjaga kesehatan fisik mereka.

“Artinya, ketika seseorang memiliki kesadaran akan pentingnya memiliki masa depan yang baik, ia akan mempersiapkan kebutuhan dasar berupa kesehatan fisik serta finansial, dengan lebih matang,” kata dia dalam sebuah acara diskusi Sun Life, di Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Dikatakannya, sejumlah data dalam buku Psychology Applied to Modern Life. Adjustment in the let Century menyebutkan bahwa masalah finansial merupakan chronic stressor (sumber stres yang berkepanjangan).

“Kondisi stres, akan mempengaruhi sistem fisiologis, dimana tubuh menghasilkan 2 jenis hormon yaitu catecholamines dan corticosteroids, yang menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga seseorang mudah sakit,” ujarnya.

Sehingga, lanjutnya, semakin lama stres berlangsung, kemampuan tubuh untuk bertahan terhadap stres akan menurun hingga tubuh kelelahan dan kolaps.

“Sangat penting bagi masyarakat khususnya generasi produktif untuk dapat mengelola kondisi finansialnya agar terbebas dari chronic stressor yang mengganggu kesehatan tubuh. Sebagai kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi, kesehatan fisik dan finansiaI penting bagi generasi produktif agar mampu menampilkan potensi diri terbaik mereka,” jelasnya.

Oleh karena itu dia menyarankan anak muda untuk melakukan perencanaan keuangan sejak dini dengan cara mengenali media-media yang berkaitan dengan finansial. Baik untuk asuransi, tabungan maupun investasi.

2 dari 3 halaman

Disesuaikan Kebutuhan

Ilustrasi uang (iStockphoto)

Dalam kesempatan serupa, Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Sehierly Ge menyebutkan ketika seseorang sudah memiliki pemasukan (income) harus sudah mulai melakukan perencanaan keuangan.

“Begitu dia punya income harus punya rencana keuangan jadi begitu dia dapat income apakah hasil shooting, modeling itu sebenarnya harus disisihkan dulu. Jadi begitu dapat hadiah ultah, angpau, THR, harus langsung disisihkan,” ujarnya.

Dia menekankan, berapapun penghasilan yang diterima akan terasa cukup jika disesuaikan dengan kebutuhan hidup. Artinya, jangan sampai pengeluaran melebihi jumlah pemasukan.

“Jaan besar pasak dari tiang, kalau besar pasak dari tiang mau income Rp 3 juta, Rp 30 juta. Rp 300 juta. Rp 3 M pasti habis,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Kenali Lebih Dalam Isntrumen yang Dipilih

Ilustrasi keuangan/copyright shutterstock

Kendati demikian, dia juga mengingatkan sebelum melakukan pengelolaan keuangan harus mengenali dengan benar instrumen yang akan dipilih.

“Yang penting punya pengetahuan apa instrumen yang tepat untuk mengalahkan inflasi, karena percuma rajin nabung kalau nabungnya di bawah bantal kasur 10 tahun kemudian dikira bisa dipakai ternyata gak cukup karena Dolarnya naik,” tutupnya.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here