SHARE

Jakarta – Polres Metro Jakarta Selatan memetakan kerawanan kriminal yang berpotensi terjadi selama ramadan. Tawuran hingga balapan liar menjadi fokus perhatian polisi di bulan puasa.

“Kita terus mengantisipadi terjadinya penyakit (di bulan) puasa seperti perkelahian, tawuran, terus ‘tarik kabel atau istilahnya kebut-kebutan,” kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Wijaya II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Ada beberapa lokasi rawan tawuran yang sudah dipetakan oleh aparat polisi. Untuk mencegah tawuran ini, polisi menyiapkan pengamanan hhingga posko di titik rawan tersebut.


“Yang pertama (lokasi rawan tawuran) yang jelas, Kampung Melayu berkaitan tawuran antarkampung. Kemudian daerah Buncit juga sudah mulai percikan-percikannya,” katanya.

Selain itu, polisi juga mengantisipasi kejahatan konvensional seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Tiga kejahatan konvennnsional itu diprediksi mengalami peningkatan selama puasa.

“Kita antisipasi semuanya,” imbuhnya.

Selain gangguan kamtibmas dan kejahatan konvensional, perhatian polisi juga tersita untuk mencegah aksi terorisme yang marak terjadi belakangan ini. Polisi meningkatkan kesiap siagaan dan kewaspadaan tidak hanya di markas, tetapi juga di lingkungan masyarakat dan di tempat-tempat keramaian.

“Kemarin rekan-rekan reserse, rekan-rekan tim Eagel One telah satu minggu full latihan bagaimana mengunakan senjata-senjata api dan antisipasinya,” sambungnya.

(mea/mea)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here