SHARE

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan sekaligus memberikan izin impor beras jenis khusus sebanyak 500.000 ton kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan, izin impor beras tersebut khusus untuk beras khusus.

“Sudah (diterbitkan), untuk beras Jasmin dan beras dengan tingkat kepecahan 0-5%. Diajukan diimpor dari Myanmar, Pakistan, Vietnam, dan Thailand,” kata Oke saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Lalu kapan beras khusus sebanyak 500.000 ton mulai diimpor?

Oke menilai, realisasi impor beras khusus sudah menjadi kewenangan Perusahaan Perdagangan Indonesia yang telah menerima izin impor dari pemerintah.

“Terserah PPI, pokoknya periode impor dari Januari sampai dengan 31 Maret 2018,” jelas dia.

Diketahui, harga beras jenis medium maupun premium melonjak beberapa hari terakhir. Di Pasar Induk Cipinang, harga beras medium tembus Rp 12.000/kg, di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450/Kg.

Sedangkan beras premium Rp 13.000/kg, naik dari HET Rp 12.800/kg. Merespons kondisi ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengumumkan impor beras tahun ini. Beras yang diimpor adalah jenis beras khusus atau beras premium.

Adapun impor dilakukan untuk mengatasi kelangkaan pasokan beras yang berdampak pada naiknya harga jual beras di tingkat pengecer.

(ang/ang)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here