SHARE

Jakarta – Tim gabungan Polri berhasil menggagalkan penyelundupan satu ton sabu di Pantai Anyer, Serang, Banten. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan para pelaku terancam menerima tuntutan mati.

“Jangankan satu ton, di bawah satu ton saja dituntut mati kalau memang nyata-nyata terdakwanya itu terlibat sebagai bagian dari jaringan peredaran narkoba apakah bandarnya, atau sebagai pemasoknya,” kata Prasetyo, di Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2017).

Prasetyo menyebut narkoba yang kurang dari 1 ton saja telah banyak memakan korban masyarakat apalagi yang menyeludupkan 1 ton sabu. Ia mengatakan para pelaku akan dituntut hukuman mati jika terbukti menjadi pengedar maupun bandar.

“Jangankan satu ton, satu ton itu berapa korbannya, kena saudara kita, kenalan dekat kita. Yang pasti itu merusak kehidupan bangsa kita,” imbuhnya.

Ia menyatakan hukuman mati terhadap pelaku yang terbukti bersalah tidak pandang bulu. Sebab Indonesia sedang darurat narkoba.

“Jadi kita tidak ada kompromi. Sesuai pernyataan Presiden kejahatan narkoba harus diperangi sungguh-sungguh,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) perkara 1 ton sabu yang diselundupkan WN Taiwan ke Pantai Anyer, Serang, Banten. Para sindikat 1 ton sabu ini terancam hukuman mati.

Para tersangka disangkakan pasal berlapis. Salah satu pasal yang dikenakan adalah pasal 114 ayat 2 UU Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Adapun para pelaku yang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus ini Chen Wei Cyua, Liao Guan Yu, Hsu Yung Li dan Lin Ming Hui (tewas ditembak).
(yld/bag)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here