SHARE

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengumumkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk tahun 2019 hingga 2028. Jonan mengatakan, proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik rata-rata 6-7% per tahun atau tepatnya 6,42% per tahun.

“Proyeksi rata-rata pertumbuhan kebutuhan listrik itu kami proyeksikan antara 6-7%, pasnya itu 6,42%,” katanya di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019).

Kemudian, tambahan pembangkit listrik sebesar 56,4 giga watt (GW).


“Total rencana pembangkit 56,4 GW jadi ini tambahannya,” katanya.
Jonan mengatakan, yang terpenting dalam RUPTL saat ini adalah terkait target bauran energi. Jonan bilang, setelah tahun 2025, pembangkit listrik dari batu bara sebesar 54,6%, energi baru terbarukan (EBT) 23%, gas 22%, dan bahan bakar minyak (BBM) 0,4%.

“Sekarang kan (BBM) kira-kira 4-5%. Ini 2025 targetnya 0,4%,” tambahnya.

Sementara, soal nilai investasi pembangkit ini Jonan belum bisa menyebutkan besarannya.

“Nanti saja saya kira,” tutupnya. (ara/ara)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here