SHARE

Jakarta – Pihak Kemdikbud sudah mengetahui laporan soal FSA, kepala sekolah yang jadi tersangka karena menyebarkan hoax soal bom Surabaya. Mendikbud Muhadjir Effendy menilai FSA terprovokasi.

“Ya karena itu sebetulnya dia terpancing, setelah kita cek, dia terprovokasi, terus ngomongnya agak emosi. Nanti kita bina. Kita bina,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).


Kementerian masih mengkaji status FSA sebagai tenaga pengajar. FSA yang saat ini jadi tersangka belum dipecat.

“Ya kita lihat bobot kesalahannya toh. Masak main pecat orang, kan menyangkut nasib orang. Ini sedang dipelajari bobot pelanggarannya,” kata Muhadjir.

FSA merupakan seorang Kepala SMPN 9 Kayong Utara, Kalimantan Barat. FSA ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Kalbar setelah melakukan gelar perkara dan memeriksa FSA.

Dia dikenai pasal 45A ayat 2 Jo pasal 28 ayat nomor 2 UU 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

FSA ditangkap oleh personel Satuan Reskrim Polres Kayong Utara di rumah kos. FSA ditangkap karena menulis status analisisnya di akun Facebooknya tentang tragedi bom Surabaya adalah rekayasa pemerintah.

“Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Sekali ngebom: 1. Nama Islam dibuat tercoreng ; 2. Dana trilyunan anti teror cair; 3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam. Sadis lu bong… Rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu..!!!” tulis FSA, sebagaimana dikutip detikcom dari akun Facebook Fitri Septiani Alhinduan, yang menjadi barang bukti polisi.

FSA juga menulis status tragedi Surabaya sebuah drama yang dibuat polisi agar anggaran Densus 88 Antiteror ditambah.

“Bukannya ‘terorisnya’ sudah dipindahin ke NK (Nusakambangan)? Wah ini pasti program mau minta tambahan dana anti teror lagi nih? Sialan banget sih sampai ngorbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin draama kedua,” tulis FSA juga.
(dkp/bag)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here