SHARE

Liputan6.com, Jakarta – Dari sekian banyak, kebutuhan vitamin C jadi salah satu yang harus terpenuhi setiap hari. Tak bisa sembarangan dalam mengonsumsi, ada dosis tertentu yang membuat vitamin C terpenuhi dalam kadar tak kurang dan tak kelebihan.

Research Scientific Support Indocare Group dr. Jennifer Kurniawan menjelaskan, sebenarnya tak ada kadar persisi dalam konsumsi vitamin C. “Tidak seperti obat, konsumsi vitamin C bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang,” katanya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Juli 2019.

Kadar konsumsi vitamin C, Jennifer mengatakan, sangat mungkin bertambah dalam kondisi sakit. Kendati demikian, setiap orang dikatakan maksimal mengonsumsi 2.000 miligram (mg) vitamin C setiap hari.

“Tapi kalau lagi sehat, hanya buat maintain kondisi tubuh, sebenarnya 200 mg (vitamin C) per hari cukup,” katanya. Kadar ini penting diketahui, lantaran konsumsi vitamin C berlebih akan berdampak pada sistem pencernaan.

Akibat dari konsumsi vitamin C secara berlebihan biasanya bakal langsung membuat seseorang sakit perut. Pada beberapa kasus, rasa mual juga bisa disebabkan konsumsi vitamin C yang tak sesuai kadar.

2 dari 3 halaman

Cukupkah Konsumsi Vitamin C Hanya dari Makanan?

Ilustrasi buah jeruk. (iStockphoto)

Jennifer memaparkan, makanan memang jadi cara paling mudah untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Tapi, kebiasaan tak mengontrol apa yang dimakan membuat seseorang akhirnya tak kurang mengonsumsi vitamin C per hari.

“Jeruk salah satu yang paling umum. Tapi, ternyata dari situ saja tidak memenuhi kadar yang dibutuhkan tubuh. Mungkin lagi stres, tingkat kena polusi tinggi, dan lagi banyak kegiatan atau nggak,” katanya.

Karenanya, minum suplemen jadi salah satu cara untuk tetap cukup memenuhi kebutuhan vitamin C setiap hari. “Kesalahan banyak orang itu pengin tubuh bugar sesaat setelah minum suplemen Padahal, tidak begitu,” jelas Jennifer.

Mengingat suplemen semata berperan sebagai pelengkap, kondisi tubuh bugar harus dibarengi dengan pemenuhan nutrisi lain, ditambah waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Jennifer menambahkan, suplemen sebenarnya paling baik diminum sebelum makan.

“Tapi, jangan jadi nantang juga. Semisal punya kondisi kayak maag, berarti suplemen harus dikonsumsi setelah makan,” tutupnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here