SHARE

Jakarta – Ketua Umum PPP Romahurmuziy menyebut banyak anak muda muslim, khususnya dari kalangan pesantren, yang ingin menyalurkan aspirasinya ke partai Islam, karena secara ideologi cukup dekat. Tetapi, di satu sisi, mereka tidak mempunyai kedekatan emosional dengan partai politik. Apalagi partai politik Islam dipersepsikan identik dengan partai orang tua yang tak menyentuh kalangan muda.

Menurutnya, tokoh partai politik Islam memang perlu mempunyai kedekatan dengan anak muda. Salah satu caranya adalah dengan mengerti selera dan hobi mereka. Termasuk tampil dengan gaya anak muda, sehingga tidak ada kendala dalam berkomunikasi.

Kondisi tersebutlah yang, menurut Rommy, sapaan akrabnya, jadi alasan untuk selalu tampil dengan gaya santai ala anak muda. Ia tak sungkan menggunakan celana jins, kaus yang dipadukan dengan jaket stylist atau kemeja yang simpel.

Paduan busana itu sering dipadukan dengan sepatu sport, sehingga terlihat lebih energetik. Dalam banyak kesempatan, dia juga terlihat menggunakan sorban kafiyeh yang dililitkan di leher. Sorban itu terlihat cukup modis dan tetap menampilkan identitas keislaman.

“Gaya seperti ini memang merupakan cara untuk berkomunikasi dengan kalangan anak muda, kaum milenial. Berkomunikasi harus menggunakan bahasa mereka, bahasa bukan hanya berarti ucapan,” kata Rommy, Rabu (13/6/2018).

Cucu mantan Menteri Agama KH Wahib Wahab ini menyebutkan Rasulullah menyampaikan dakwahnya selalu menggunakan bahasa kaumnya (bilisaani qoumihim), sehingga pesan yang disampaikan mudah diterima. Hal itu juga yang hendak ia contoh dari komunikasi para nabi dan rasul.

Rommy mengaku tidak memaksakan diri untuk tampil seperti itu, karena ia memang menyukainya dan merasa nyaman dengan pakaian yang dikenakan. Apalagi ia mempunyai latar belakang anak band, yang masih suka main musik hingga saat ini.

Saat masih bersekolah, dia mengaku memiliki Bhineka Svara IX, yang merupakan band resmi SMA 1 Yogyakarta, yang ada setiap angkatan dan saat ini masih sering nge-band bareng. Gaya muda ini, menurutnya, tidak mengurangi wibawa partai Islam yang dipimpinnya.

“Memang awalnya ada kiai PPP yang protes dengan gaya pakaian ini. Namun, setelah bertanya kepada anak cucunya, akhirnya para kiai mengerti bahwa gaya ini memang memudahkan untuk menyampaikan pesan kepada anak muda,” ujar Rommy.
(idr/ega)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here