SHARE

Jakarta

KPK menyebut hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri beberapa kali dilaporkan masyarakat terkait dugaan korupsi. Laporan tersebut akhirnya terbukti saat OTT pada Senin (12/3).

“Ada sebelumnya laporan hal yang sama. Tidak dibiarkan juga. Waktu itu belum ditemukan oleh KPK,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

KPK menyatakan bakal mengembangkan kasus OTT tersebut. Pengembangan dilakukan berdasarkan pertimbangan penyidik.

“Apakah akan dilakukan pengembangan terhadap laporan sebelumnya, tergantung penyidik,” ujar Basaria.

Sebelumnya, KPK menetapkan hakim dan panitera pengganti Pengadilan Negeri Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri dan Tuti Atika, sebagai tersangka. Keduanya disebut menerima suap terkait gugatan perdata wanprestasi.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan empat orang tersangka, yaitu diduga sebagai penerima: WWN (Wahyu Widya Nurfitri) dan TA (Tuti Atika), diduga sebagai pemberi: AGS (Agus Wiratno) dan HMS (HM Saipudin),” ujar Basaria.

Agus dan Saipudin disebut sebagai advokat. Mereka memberikan suap kepada Wahyu terkait gugatan perdata perkara wanprestasi. KPK menyebut commitment fee terkait pengurusan itu adalah Rp 30 juta.

(haf/fdn)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here