SHARE

Jakarta – KPK berharap tak ada lagi hakim yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Semua hakim diminta tidak lagi menerima ataupun meminta uang dalam menangani perkara.

“KPK berharap tidak ada lagi tangkap tangan yang kita lakukan terhadap hakim dengan catatan tentu seluruh komitmen juga untuk tidak menerima, tidak meminta juga uang-uang terkait penangan perkara,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya komitmen harus dilakukan juga oleh panitera pengadilan. Febri menyatakan KPK ingin aparat pengadilan berhenti menerima ataupun meminta suap.

“Hal itu harus diimbangi juga agar hakim dan panitera menghentikan praktek suap seperti ini,” ujarnya.

KPK sebelumnya menangkap dan menetapkan hakim serta panitera pengganti Pengadilan Negeri Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri dan Tuti Atika, sebagai tersangka. Keduanya disebut menerima suap terkait gugatan perdata wanprestasi.

Suap diduga diberikan dari Agus Winarto dan Saipudin, yang disebut sebagai advokat. Mereka memberikan suap kepada Wahyu terkait gugatan perdata perkara wanprestasi. KPK menyebut commitment fee terkait pengurusan itu sebesar Rp 30 juta.
(haf/rvk)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here