SHARE

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan, tersangka suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Romahurmuziy alias Romi telah dibantarkan penahanannya di Rumah Sakit Polri Jakarta Timur selama 20 hari.

“Sekitar 20 hari kalau dihitung sejak awal April, pembantaran tersebut tentu saja sepenuhnya bergantung pada hasil analisis dan diagnosa dari dokter,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin (22/4/2019) seperti dilansir Antara.

Menurut Febri, mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu masih membutuhkan perawatan di RS Polri.

“Sesuai dengan sistem dari koordinasi yang dilakukan dengan pihak dokter di RS Polri, sejauh ini memang ada kondisi-kondisi yang membuat yang bersangkutan harus rawat inap,” ucap Febri.

Febri menuturkan, jika Romahurmuziy sudah tidak membutuhkan rawat inap di RS Polri, maka akan segera dikembalikan ke Rutan Cabang KPK yang berlokasi di belakang gedung Merah Putih KPK.

“Kalau nanti sudah tidak dibutuhkan rawat inap alias bisa ditangani, misalnya, di tenaga medis yang ada di rutan, maka akan dicabut pembantarannya dan dikembalikan ke rutan untuk proses lebih lanjut,” kata Febri.

Ia mengingatkan, selama dibantarkan, maka masa penahanan Romahurmuziy tidak akan dikurangi.

“Perlu perlu dipahami juga dalam kondisi pembantaran tersebut, sebenarnya pihak tersangka sendiri juga tidak dihitung masa penahanannya. Jadi, kalau dibantarkan 5, 10 atau 20 hari maka itu tidak akan dikurangi masa penahanan,” ujar Febri.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here