SHARE

Liputan6.com, Jakarta – Seketika saat Adit memainkan intro lagu ke-18 lewat kibornya di Konser Jikustik Reunian, suasana langsung hening. Pongki pun berlantun, “Aku yang pernah……,”

Seisi Balai Sarbini, tempat konser digelar di Jakarta, Jumat (19/7/2019) malam pun histeris.

Lagu berjudul “Puisi” yang diciptakan Dadi, sang gitaris itu, memang seperti menjadi puncak nostalgia, yang sejak awal dibangun dalam konser ini.

Mereka, personel formasi lama Jikustik, tak hanya berhasil mencabik-cabik kenangan audiens yang hadir. Melainkan juga sukses menguras emosi mereka sendiri.

Alhasil, lagu “Puisi” pun dibawakan dengan begitu emosional, terbawa perasaan alias baper. Terlihat, mereka begitu menghayati makna lagu yang terdapat dalam album Siang, tahun 2006 ini.

Lagu “Puisi” ini seperti menjadi “nyawa” rekonsiliasi yang memang merupakan konsep konser Jikustik Reunian ini.

Ya, setelah lebih dari 10 tahun tak saling bertegur sapa, para personel lama Jikustik: Dadi (gitar), Pongki (gitar/vokal), Adit (keyboard), Icha (bass), dan Carlo (drum) kembali dipersatukan dalam konser ini.

Ini merupakan konser Jikustik Reunian kedua yang digagas promotor Rajawali Indonesia, setelah sebelumnya digelar di Yogyakarta, 29 Maret 2019. 

Icha, yang terlihat begitu paling emosional. “Mungkin ini terakhir kali kita main bareng satu panggung. Mas Pongki, Mas Dadi, Mas Adit, Mas Carlo, kalau saya punya salah, mohon dimaafkan,” ujar sang bassist sambil mbrebes mili alias meneteskan air mata.

Pongki menyebut lagu “Puisi” merupakan salah satu lagu terbaik Jikustik. “Lagu ini menjadi penyelamat kami ketika itu,” ujarnya. Maklum, saat itu, kata Pongki, situasi industri rekaman juga tengah lesu dan Jikustik butuh single yang bisa mengangkat kembali eksistensi mereka.

2 dari 3 halaman

Cerita Pongki

Grup band Jikustik menghibur penggemarnya saat menggelar ‘Konser Jikustik Reunian’ di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (19/7/2019) malam. Grup band asal Yogyakarta ini membawakan lagu-lagu hit yang mengantarkan mereka ke jalur popularitas. (Fimela.com/Bambang E. Ros)

Pongki lalu bercerita, bahwa lagu ini justru muncul pada menit-menit akhir proses penggarapan album Siang yang merupakan bagian dari trilogi album mereka, tahun 2006.

Ketika itu, kata Pongki saat proses rekaman album Siang, Dadi sempat menghilang beberapa waktu sehingga isian gitar, sempat seluruhnya diisi oleh Pongki. Namun, saat detik-detik akhir, Dadi muncul membawa sebuah lagu baru.

“Pertama kali saya dengar, saya langsung ini lagu bagus sekali. Dan, kebetulan pihak label pun setuju untuk menjadikan lagu ini sebagai single,” ujar Pongki.Kiranya, kenangan-kenangan inilah yang membuat lagu “Puisi” ini jadi begitu berarti.

3 dari 3 halaman

20 Lagu Dibawakan

Penampilan vokalis Jikustik, Pongky Bharata saat menggelar ‘Konser Jikustik Reunian’ di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (19/7/2019) malam. Band asal Yogyakarta yang terbentuk pada 1996 tersebut membawakan sekitar 20 lagu hit mereka. (Fimela.com/Bambang E. Ros)

Total, ada 20 lagu dibawakan dalam konser Jikustik Reunian ini. Semuanya merupakan hits-hits yang diambil dari enam album awal Jikustik dalam periode 2000-2008. Sebut saja: “Maaf”, “Saat Kau Tak Di sini”,”Setia”, “Kawan Aku Datang”, “Seribu Tahun”, dan lainnya.

Vokalis Jikustik saat ini, Brian Prasetyo juga sempat tampil, berduet dengan Pongki pada lagu “Tetap Percaya”.

Konser sendiri berlangsung intim. Pongki dan kawan-kawan begitu komunikatif dengan penonton. Konser ini juga ditandai dengan pemberian gitar oleh Pongki kepada seorang Jikustikan. Sementar Icha menghibahkan bassnya untuk disumbangkan ke sebuah pesantren tahfidz Quran.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here