SHARE

Jakarta – Empat oknum BNNP Maluku ditangkap karena diduga mengutil barang bukti narkotika jenis sabu. Keempat oknum tersebut ditangkap di waktu dan lokasi berbeda.

Penangkapan pertama dilakukan di sebuah kamar kos, Kudamati, Kota Ambon pada Minggu, 5 Agustus 2018.

“Pukul 03.00 WIT, Tim Gabungan Ditresnarkoba, Bid Propam Polda Maluku dan BNNP Maluku telah menangkap saudara Brigadir AL, Brigadir AT, karyawan JNE berinisial RL dan oknum PNS Pemprov Maluku saudara JL,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Roem Ohoirat kepada detikcom, Jumat (10/8/2018).


Roemm mengatakan barang bukti yang disita dari tangan keempatnya adalah satu paket sabu, lima set alat hisap sabu atau bong, lima korek api gas dan empat paket residu sabu. Roem menceritakan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi adanya penanganan perkara sabu dengan modus pengiriman ekspedisi JNE. Kasus itu ditangani Brigadir AL dan Brigadir AT.

“Informasi dari informan, ada kiriman barang di ekspedisi JNE yang mencurigakan. Lalu orang JNE ini menghubungi temannya di BNNP. Saat itu dicek paket mencurigakan yang ternyata benar, isinya adalah sabu seberat 3 gram. Oleh mereka, lalu sabunya dikutil sebagian,” jelas Roem.

“Setelah itu mereka kemas lagi dalam paket ekspedisi dengan tujuan memancing si pemilik paket. Ternyata tidak ada yang mengambil, akhirnya paket tersebut dibawa ke kos-kosan petugas JNE di wilayah Kudamati, Ambon. Lalu oknum itu memanggil temannya lagi. Disitulah, berdasarkan informasi informan, petugas gabungan bergerak menangkap mereka,” sambung Roem.

Petugas gabungan lalu mengembangkan kasus ini. Dari penelusuran ada dua oknum BNNP yang diketahui melakukan praktik kecurangan yang sama dengan Brigadir AL dan Brigadir AT.

“Lalu dari pengembangan, kami dapat lagi nama, ada dua nama yang ternyata anggota Polri penugasan di BNNP. Tim gabungan kembali melakukan pencarian terhadap dua orang tersebut,” terang Roem.

Kedua oknum berinisial Brigadir RI dan Brigadir AS akhirnya ditangkap di kediaman Kepala BNNP Maluku Brigjen Pol Rusno Prihardito pada Rabu, 8 Agustus 2018 pukul 23.05 WIB.

“Kebetulan mereka (Brigadir RI dan AS) sedang menengok rumah Kepala BNNP yang ditinggalkan, Kepala BNNP saat itu sedang di Jakarta. Kami amankan mereka di halaman rumah Ka BNNP,” ucap Roem.

Direktorat Reserse Narkotika Polda Maluku kini telah menyidik keempat oknum dan dua warga sipil tersebut. “Kasusnya ditangani Direktorat Narkoba karena kami kenakan pidananya,” imbuh Roem.

Dari hasil pemeriksaan urine, Brigadir AL dan Brigadir AT positif terpapar zat adiktif. Sementara hasil tes urine Brigadir RI dan Brigadir AS menunjukan negatif.

“Yang dua positif, dua lagi negatif. Jadi kami dapat info yang dua lagi pernah melakukan hal serupa,” tutup Roem.

Simak Juga ‘Pabrik Sabu di Tanggerang Digerebek, Sudah Setahun Beroperasi’:

[Gambas:Video 20detik]

(aud/ams)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here