SHARE

Dalam membangun proyek infrastruktur seperti MRT Jakarta, dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak misalnya dengan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dalam uji kelaikan fungsi prasarana yang dibangun. Selain itu juga, ada potensi kerja sama pemanfaatan lahan milik Kementerian PUPR di sekitar Lebak Bulus dalam pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Mochamad Basuki Hadimuljono, ketika berkesempatan menjajal kereta MRT Jakarta dari Stasiun Sisingamangaraja menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia. Kedatangan rombongan Kementerian PUPR tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar. Di stasiun layang yang rencananya akan terintegrasi dengan halte CSW bus Transjakarta tersebut, Menteri Basuki Hadimuljono juga berkesempatan berbincang-bincang dengan sejumlah staf dan manajer stasiun. Rombongan kemudian berangkat menuju Stasiun Bundaran HI menggunakan kereta pukul 14.23 WIB. Selama perjalanan, terlihat William Sabandar menjelaskan perkembangan terbaru fase I, kesiapan operasi, dan rencana jangka panjang perluasan jaringan MRT Jakarta. Sesekali, Menteri Basuki Hadimuljono menerima permintaan masyarakat yang ingin berfoto bersama. Kunjungan tersebut juga menggunakan kereta yang sama digunakan oleh masyarakat selama fase uji coba publik.

Ketika menyampaikan keterangan persnya, Menteri Basuki menyampaikan apresiasinya pada tim MRT Jakarta. “Mari kita dukung bersama MRT Jakarta ini dan harus kita manfaatkan serta pelihara sebaik-baiknya. Mari kita apresiasi tim MRT Jakarta yang telah bekerja keras mewujudkan pembangunan ini,” ucap ia. “Kita patut bersyukur bawah kita akan punya satu model transportasi publik jenis baru, yaitu MRT. Saya kira MRT Jakarta tidak kalah dengan yang di Singapura atau Jepang. Dan ini juga adalah satu hal yang mungkin akan mengubah sikap perilaku masyarakat Jakarta dan Indonesia pada umumnya. Yang diubah adalah segi stasiun ada eskalator dan juga tempatnya lebih bersih. Salah satu kelemahan kita adalah menjaga kebersihan,” lanjut ia di hadapan awak media.

“Selain itu, pemanfaatannya butuh dukungan masyarakat. Ini baru 16 kilometer dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia. Nanti akan kita teruskan hingga ke Kota, kira-kira delapan kilometer dan itu juga belum maksimal. MRT Jakarta ini baru akan terasa manfaatnya kalau juga dibangun koridor timur-barat,” kata menteri yang dikenal gemar bermain alat musik drum ini.

Per 13 Maret 2019 lalu, antusias masyarakat mengikuti proses uji coba publik terbilang besar. Tercatat sudah ada 241.344 orang yang mendaftar untuk ikut dalam uji coba publik yang direncanakan berlangsung hingga 23 Maret 2019 mendatang. [NAS]

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here