SHARE

Sebagai bentuk dukungan PT MRT Jakarta terhadap perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Jakarta, bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, melakukan kurasi terhadap sejumlah UMKM yang akan mengisi tiga stasiun MRT Jakarta, yaitu Stasiun Lebak Bulus Grab, Stasiun Fatmawati, dan Stasiun Dukuh Atas BNI. Hasilnya, terpilih 13 usaha rintisan yang terdiri dari tujuh bidang kuliner, dua jenis kriya, dan empat bidang mode atau fesyen.

Sebelum menempati stasiun yang dimaksud, setiap usaha rintisan tersebut mengikuti pelatihan dan mentoring selama lima hari sejak tanggal 5 hingga 9 Agustus 2019 lalu di Kantor Pusat PT MRT Jakarta di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat. Pelatihan berisi materi seputar pengetahuan produk (product knowledge), desain gerai (booth design), dan pelatihan tentang point of sales (POS). Dalam sambutannya di acara penutupan pelatihan pada Jumat (9-8-2019) lalu, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Ghamal Perish, menyampaikan harapan atas hadirnya UMKM di MRT Jakarta.

“Dari laporan yang saya terima, antusiasme belajar peserta sangat bagus. Seperti yang kita sudah sampaikan sebagai platform bisnis Anda berada di tempat premium. Sebagai perusahaan pelayanan jasa, fokus kami adalah bekerja untuk publik. Kami berharap teman-teman semua bisa mendapatkan manfaat dari pelayan publik MRT Jakarta,” ungkap ia. “Selain itu, jaringan MRT Jakarta sangat luas dan kuat sehingga bila teman-teman membutuhkan dukungan misalnya tentang pelatihan bisnis tertentu, bisa kami bantu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini Gubernur juga mendorong pemberdayaan UMKM. Mari bekerja bersama untuk menyukseskan UMKM di Jakarta,” ucap ia disambut tepuk tangan peserta pelatihan.

Salah satu peserta pelatihan, Direktur Kreatif KOMMABASIC, Trisna, menyampaikan apresiasinya atas pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat berguna karena untuk pertama kalinya @kommabasic bisa dikenal selain di pusat-pusat perbelanjaan (mall),” ujar perempuan berambut pendek ini. “Kami juga dapat kesempatan untuk dikenal lebih luas oleh warga Jakarta. MRT Jakarta ini kan transportasi publik yang sedang ngehits ya, semua orang ingin mencoba. Kami juga senang dengan kampanye #UbahJakarta itu something new juga, ada kesempatan untuk bisnis lokal lebih berkembang,” lanjut pemilik jenama di bidang mode/fesyen perempuan yang memulai usahanya pada 2012 silam tersebut.

Selain sudah melayani pelanggan melalui penjualan daring, Trisna juga berharap agar jenama lokal dikenal sama masyarakat. “Dengan membuka gerai di MRT Jakarta, kami ingin mendorong agar jenama lokal untuk lebih bisa bersaing dengan brandlain yang sudah terkenal karena jenama lokal tidak kalah kualitasnya dengan merek besar dan terkenal tersebut,” ucap ia lalu tersenyum. @kommabasic nanti akan membuka gerai di Stasiun Dukuh Atas BNI. Sebagai bagian dari materi pelatihan, PT MRT Jakarta juga menyampaikan sejumlah aturan terkait keselamatan dan keamanan di area stasiun yang disampaikan oleh tim SHES dan operasi agar dalam menjalankan usahanya, pemilik gerai tetap mengikuti aturan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan stasiun penempatan.

Sebelumnya, pada 5 Oktober 2018 lalu, PT MRT Jakarta dan Bekraf RI menandatangani Nota Kesepahaman terkait pengembangan pasar dan jasa ekonomi kreatif. Salah satu hal utama dari kesepakatan tersebut adalah pemberian fasilitas kepada pelaku ekonomi kreatif untuk mendapatkan akses pasar dalam negeri dan luar negeri dalam upaya meningkatkan ekonomi nasional pada sektor ekonomi kreatif serta melakukan kurasi kepada pelaku ekonomi kreatif dan mendorong agar produk kreatif unggulan yang akan diberikan fasilitasi dapat diakses oleh masyarakat. [NAS]

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here