SHARE

Dalam peluncuran laporan Asian Development Bank (ADB) terbaru yang berjudul “Sustaining Transit Investment in Asia’s Cities: A Beneficiary-Funding and Land Value Capture Perspective” pada Senin (15-04-2019) lalu di Balai Agung, Balaikota Provinsi DKI Jakarta, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan acara tersebut. “Kami merasa terhormat atas penyelenggaraan acara ini. Tema acara pagi ini adalah diskusi tentang laporan terbaru ADB. Ini adalah laporan penting karena Jakarta sedang proses pembangunan. Harapannya adalah kita bisa mendengar pengalaman dari berbagai kota di negara lain, terutama pengalaman negatif atau buruk agar kita tidak mengulang kekeliruan pihak lain,” ujar Gubernur Anies. “Kami apresiasi sekali acara ini dan akan menjadi kesempatan bagi kami untuk membangun jejaring. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut baik inisiatif dari berbagai pihak untuk menggunakan Balaikota sebagai tempat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan,” lanjut ia.

Vice-President for Knowledge Management and Sustainable Development Asian Development Bank, Bambang Susantono, menyampaikan pandangannya terhadap arah pembangunan Jakarta saat ini. “Dalam laporan ini, Asian Development Bank fokus pada tiga kota yang memiliki kondisi serupa, yaitu Bangkok, Manila, dan Jakarta. Meski demikian, kami juga melihat pelajaran dari kota-kota lain di Eropa dan Amerika, sehingga bisa menyajikan best and bad practices,” kata pria yang dikenal sebagai pakar perencanaan infrastruktur dan transportasi ini. “Kami melihat arah kebijakan pembangunan Jakarta mengarah ke green city, juga ada inklusi dan keguyuban yang dibangun untuk mengatasi kesenjangan. Jakarta juga memperhatikan aspek sustainability atau keberlanjutan, serta juga mengarah ke status sebagai smart city. ADB siap membantu negara anggota kami dalam pembangunan daerahnya,” ujar Bambang.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, yang hadir langsung dan menjadi salah satu narasumber dalam sesi diskusi panel bersama pembicara lain, memaparkan profil fase I dan bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan Jakarta. “MRT Jakarta memiliki mandat untuk membangun sarana dan prasarana, mengoperasikan dan merawat, serta mengembangkan bisnis dan Kawasan berorientasi transit (transit oriented development). Dari koridor I, MRT Jakarta memberi keuntungan terhadap pertumbuhan pembangunan, berkontribusi pada pendapatan regional, dan berkontribusi pada aspek sosial dan lingkungan,” ungkap William. “Peraturan Gubernur Nomor 140 Tahun 2017 menunjuk PT MRT Jakarta sebagai operator utama dalam pengelolaan transit oriented development fase I koridor Utara-Selatan,” ujar ia.

Pengembangan sebuah kawasan dengan menggunakan konsep transit, akan mendorong sejumlah keuntungan bagi masyarakat, yaitu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berarti mengurangi kemacetan jalan dan polusi udara; pembangunan tata kota yang mendukung berjalan kaki serta gaya hidup sehat dan aktif; meningkatkan akses terhadap kesempatan kerja dan ekonomi; berpotensi menciptakan nilai tambah melalui peningkatan properti; meningkatkan jumlah penumpang dan keuntungan dari penjualan tiket; serta menambah pilihan moda pergerakan kawasan perkotaan. Saat ini, kawasan Dukuh Atas telah dicanangkan sebagai kawasan berorientasi transit pertama.

Investasi dan pengembangan area beranda peron stasiun dan interkoneksi dengan bangunan di sekitar stasiun MRT, akan mendatangkan keuntungan bagi area sekelilingnya dan memicu revitalisasi wilayah, termasuk pertumbuhan ekonomi seperti peningkatan nilai properti yang ada di sekitar koridor angkutan umum massal tersebut. [NAS]

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here