SHARE

Jakarta – Dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini menjiak. Dolar AS bergerak turun ke Rp 14.055 setelah kemarin tembus Rp 14.100. Mengutip data perdagangan Reuters, Kamis (17/5/2018), pagi ini mata uang Paman Sam sempat menyentuh posisi tertinggi di angka Rp 14.060.

Pagi tadi dolar AS sudah menunjukkan pelemahan pada posisi Rp 14.055, lebih rendah dari posisi kemarin yang ada di Rp 14.105.

Mengutip analisa Monex Infestindo Futures, Aksi teror yang terjadi dua hari sebelumnya menjadi sentimen negatif bagi rupiah, namun di hari Senin masih mampu bertahan di bawah 14.000. Baru pada perdagangan kemarin, 15 Mei 2018, rupiah kembali ke atas level tersebut, faktor terpicu faktor eksternal maupun internal.


Dari eksternal, dolar AS yang sebelumnya melemah akibat rilis data-data ekonomi AS yang kurang bagus pada pekan lalu, mendapat momentum penguatan kembali dari kenaikan yield treasury AS.
Sementara dari internal, neraca perdagangan Indonesia yang tercatat defisit menambah beban bagi rupiah. Ekspor Indonesia tercatat mengalami peningkatan sebesar 9,01% (year on year) di bulan April, sementara impor melonjak 34,68% yang berdampak pada defisit neraca perdagangan sebesar US$ 1,62 miliar. (dna/zlf)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here