SHARE

Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun di 2017, jumlah ini naik 40% dibandingkan periode 2016 sebesar Rp 1 triliun.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menjelaskan, laba tersebut adalah angka sebelum diaudit. Sehingga perlu dilakukan penghitungan lebih lanjut.

“Labanya masih harus diperiksa dulu, masih unaudited Rp 1,4 triliun, naik dari periode tahun sebelumnya Rp 1 triliun,” kata Edi di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).

Dia menjelaskan penyebab kenaikan laba bersih karena ditopang oleh pendapatan penumpang yang meningkat. Kemudian pendapatan pengiriman barang yang mulai membaik. Tahun ini, Edi menargetkan perolehan laba bersih di angka Rp 1,7 triliun

“Kenaikanya tinggi, karena ini kan public services lho, bukan bisnis yang keuntungannya harus dikembalikan ke pelayanan,” imbuh dia.

Edi menjelaskan, 2017 jumlah penumpang sudah mencapai target. Sementara untuk pengiriman barang hanya 91% secara volume, tetapi sudah tercapai 98% secara nominal.

Pada posisi akhir semester I-2017, total aset KAI mencapai Rp 27,2 triliun dengan pertumbuhan 8,34%, pertumbuhan liabilitas 9,63% dan pertumbuhan ekuitas 6,31%. Jika dibandingkan dengan periode 30 Juni 2016, KAI mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan 15,76% dan pertumbuhan laba bersih 47,73%. (ara/ara)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here