SHARE

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menargetkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bisa rampung pada 2020, untuk kemudian bisa beroperasi pada 2021. Kehadiran moda transportasi baru ini pun dipercaya dapat menumbuhkan pusat ekonomi baru di kawasan sekitarnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat amat senang dengan keberadaan KCJB. Ditargetkan, pengerjaan proyek tersebut bisa mencapai 59 persen hingga akhir tahun ini.

“Atas nama Pemprov Jawa Barat dan masyarakat Jawa Barat, saya menyambut baik progres yang luar biasa ini. Saya dengar 2019 pengerjaannya bisa mendekati 60 persen. Sehingga akhir 2020 bisa 100 persen dan 2021 bisa dioperasikan,” ungkapnya dalam kunjungan kerja di Tunnel Walini, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019).

Pria yang kerap disapa Kang Emil ini pun berharap, kota-kota baru penyangga kawasan metropolitan di wilayah Jawa Barat bisa ikut berkembang dengan beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

“Saya sebagai Gubernur (Jawa Barat) melaporkan, penduduk kami hampir 50 juta (orang). Kalau kota baru tidak terbentuk, kawasan ekonomi bisa terpusat hanya di Bandung Raya dan Jabodetabek saja,” urainya.

“Tentunya kita harapkan, kalau memang ini menjadi model, next akan ada kota-kota ekonomi baru untuk koneksi pusat-pusat strategis lainnya,” dia menambahkan.

Selain itu, ia pun percaya, pengembangan kawasan ekonomi baru di sekitar jalur KCJB juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut.

“Kereta api cepat itu bukan tujuan akhir, tapi media untuk melahirkan kota-kota baru. Suatu hari bukan tidak mungkin ada orang yang tinggal di Walini (Kabupaten Bandung Barat) bekerja di Sudirman-Thamrin (Jakarta),” pungkasnya.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here