SHARE

PT MRT Jakarta menyampaikan sejumlah panduan singkat bagi penumpang yang berada di area stasiun maupun kereta ketika terjadi gempa. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin, menyampaikan hal tersebut menyikapi kejadian gempa dengan kekuatan Magnitude 7.6 pada Jumat malam (2-8-2019) pukul 19.03 WIB lalu yang berpusat sekitar 147 km barat daya Sumur, Banten. Dampaknya, operasional MRT Jakarta sempat dihentikan sementara selama 10 menit 43 detik. Hal tersebut mengakibatkan penundaan keberangkatan kereta di sembilan stasiun, yaitu:

  1. Stasiun Lebak Bulus Grab tertunda 7 menit 59 detik
  2. Stasiun Senayan tertunda 10 menit 43 detik
  3. Stasiun Bundaran HI tertunda 6 menit 16 detik
  4. Stasiun Blok A tertunda 9 menit 31 detik
  5. Stasiun Setiabudi tertunda 7 menit 41 detik
  6. Stasiun Dukuh Atas tertunda 7 menit 55 detik
  7. Stasiun ASEAN tertunda 10 menit 40 detik
  8. Stasiun Cipete Raya tertunda 9 menit 41 detik, dan
  9. Stasiun Fatmawati tertunda 6 menit 55 detik.

Sejak malam hari hingga dini hari Sabtu (3-8-2019) lalu, Tim Operasi dan Pemeliharaan melakukan pengecekan infrastruktur di jalur dan stasiun baik layang maupun bawah tanah guna memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi aman untuk kembali beroperasi. “Bagi penumpang yang berada di stasiun, diimbau untuk berlindung di tempat aman sampai guncangan berhenti. Setelah guncangan berhenti, penumpang diharapkan mengikuti arah petugas stasiun untuk menuju titik kumpul di luar stasiun,” ujar Muhammad Kamaluddin.

“Bagi penumpang yang sedang berada di dalam kereta, diimbau untuk berpegangan pada handrail sampai guncangan berhenti. Setelah guncangan berhenti, diimbau untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan gegabah, dan tetap berada di dalam kereta. Petugas di dalam kereta akan menyampaikan pengumuman terkait situasi melalui radio kereta,” lanjut ia. “MRT Jakarta akan menghentikan kereta saat terjadi gempa sampai guncangan berhenti dan menyampaikan pengumuman situasi kepada penumpang. Setelah guncangan berhenti, kereta akan melanjutkan perjalanan dengan kecepatan lebih rendah ke stasiun berikutnya,” pungkas Muhammad Kamaluddin. [NAS]

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here