SHARE

Jakarta – Beberapa pemudik mengeluhkan lebih terjebak kemacetan saat mengikuti contraflow di Tol Jakarta-Cikampek dibanding jalur reguler. Jasa Marga pun punya jawaban atas hal itu.

Pembaca detikcom bernama Dewi Harsono mengirimkan foto dirinya yang terjebak di contraflow usai Gerbang Tol Cikarang Utama. “Ada pemberlakuan contraflow dari gerbang Tol Cikarang Utama sampai KM 61. Tetapi malah jalur contraflow macet parah dan tidak bergerak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (13/6) siang.

Pembaca detikcom lainnya, Parjono, mengeluhkan hal yang sama. Dia terjebak macet di Tol Jakarta-Cikampek pada Rabu (13/6) pagi meskipun contraflow sudah diberlakukan.

“Stuck, kondisi bahaya karena dari jalur sebelah kencang sekali, sudah berkali-kali telepon Jasa Marga tidak ada perubahan. Jalur kiri walau lambat tetap bisa jalan,” keluhnya yang terjebak di jalur contraflow.

Senior Specialist Corporate Communications Irra Susiyanti menjelaskan, ada beberapa asalan kenapa contraflow lebih macet dan cenderung macet tak bergerak. Di antaranya karena ada sejumlah pemudik yang malah memanfaatkan jalur contraflow untuk beristirahat.

“Setelah itu diketahui lagi mengantuk, dia berhenti. Mungkin dipikir itu pinggir jalan karena memang berada di pinggir. Padahal satu-satunya jalur yang ada di sana. Dikasih arahan, kalau ini bukan jalur untuk istirahat,” kata Irra, saat dihubungi detikcom, Rabu (13/6/2018).

Menurut Irra, petugas saat ini telah melakukan patroli menggunakan sepeda motor hingga bisa cepat mencapai lokasi kemacetan. Setelah dicek, ada juga yang menghentikan mobilnya dan berlari ke rest area.

“Terbukti beberapa orang ada yang buang air besar, namanya kebutuhan psikologis tak bisa ditahan dia berhenti di situ dan nyeberang ke rest area,” ujar Irra.

“Pertama itu membahayakan, kedua merugikan orang yang di belakang dia. Itu bukan cuma 1-2 mobil tapi ratusan atau ribuan mobil di belakangnya,” imbuhnya.
(rna/imk)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here