SHARE

Liputan6.com, Jakarta – Hijab bermotif kimono yang penuh warna dan penuh inspirasi adalah yang paling populer di kalangan turis di Kyoto, karena wanita Muslim yang sadar mode berusaha untuk sepenuhnya merangkul budaya lokal pada liburan mereka di Jepang.

Dilansir dari The Kyoto Shimbun, Senin 20 Mei 2019, Yumeyakata, sebuah toko penyewaan kimono di Kyoto, misalnya, mulai menyediakan hijab “wagara” dengan desain tradisional Jepang pada bulan Februari sebagai tanggapan terhadap meningkatnya jumlah wisatawan muslim yang ingin melengkapi kimono sewaan mereka dengan penutup kepala yang serasi.

Shahnaz Daphne, seorang wanita Indonesia berusia 25 tahun yang bergabung dengan perusahaan itu tahun lalu, memainkan peran sentral dalam perusahaan mengembangkan lini produk hijabnya.

Sementara, sebagian besar hijab terdiri dari kain persegi yang dilipat dan dililitkan di kepala, yang ditawarkan di Yumeyakata adalah pra-dijahit menjadi bentuk tiga sisi, sehingga lebih mudah dipakai.

Perhatian diberikan pada detail, seperti menggunakan lapisan kapas, sementara kain kimono bertuliskan bunga sakura atau motif krisan. Saat ini, perusahaan menawarkan 40 hingga 50 jenis hijab wagara.

“Sama seperti pakaian, hijab adalah cara penting untuk menunjukkan kepribadian seseorang,” kata Shahnaz.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here