SHARE

Rote Ndao – Orang tua pasti ingin anaknya memiliki pendidikan yang bagus. Begitu juga dengan Hendrik Ulfi (56), seorang pengusaha kios sembako di Pasar Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Dari berjualan sembako ia berhasil menguliahkan anaknya hingga sarjana.

Hendri bercerita awalnya dia adalah seorang pengawas proyek sementara istrinya berjualan nasi bungkus di pasar tersebut. Setiap nasi yang dijual dihargai Rp 2 ribu. Karena faktor usia dan tenaga, ia berhenti dari pekerjaannya dan berjualan sayuran, masih di lokasi yang sama.

“Ndak sebesar ini jualan, beta hanya meja kecil ya mungkin ukuran sekarang mau jual itu yang dijual (totalnya) hanya Rp 500 ribu lah. Modalnya hanya sekitar Rp 500 ribu,” katanya.


Dari bisnis sayuran, ia mencoba menjual sembako. Masih dengan modal seadanya kala itu, ia pun merintis perlahan usaha tersebut hingga kini menjadi kios besar.
“Dulu masih kios kecil. Beli mie misalnya satu pack, tidak lusin, kalau lusin kan lebih mahal. Sekarang malah sudah beli dus,” imbuh dia.

Hendrik mengembangkan usahanya dengan cara meminjam kepada Bank BRI. Lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pinjaman yang awalnya Rp 2 juta, naik menjadi Rp 20 juta, Rp 50 juta, sampai Rp 100 juta.

Pinjaman dari bank ia gunakan untuk memperbesar usahanya. Kini ia sudah berjualan di kios besar dengan beragam kebutuhan rumah tangga, mulai dari bumbu, bahan masakan, maupun kebutuhan pokok lainnya. Malahan, ia juga sudah punya usaha jual kelapa di kios lainnya.

“Karena memang jalan satu-satunya keterbatasan bisa jual sedikit keuntungan pun kecil, sedangkan kebutuhan banyak. Jadi harus punya modal yang besar,” katanya saat ditanya mengapa pilih kredit di bank.

Dengan usahanya kini, Hendrik bisa mengantongi keuntungan Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per bulan. Ia bahkan bisa menguliahkan anaknya hingga mendapat gelar sarjana.

“Beta usaha dari kecil sudah naik sebesar ini bisa kasih sekolah anak sampai kuliah. Sekarang sedang menghonor,” ujarnya.

“Beta memang sangat beruntung karena kalau pinjam di orang lain kan setorannya mendesak kalau BRI anggap santai jadi bunganya kecil. Lebih bagus di BRI lebih nyaman,” pungkas dia.

detikcom bersama Bank BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

Simak Video “Antusiasme Masyarakat Rote Ndao Terhadap Program Keluarga Harapan
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here