SHARE

Liputan6.com, Bandung – Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan, tol Cikarang Utama hingga tol Cipali diberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah dan one way. Hal itu dilakukan mengingat malam ini diperkirakan akan terjadi puncak arus mudik.

“Hari ini kelihatan puncaknya arus mudik, dari Cikopo arah Jakarta masih padat. Sekarang sudah dilaksanakan one way dari Cikarang Utama ke Cipali,” kata Agung di Bandung, Rabu (13/6/2018).

Ia menjelaskan, keputusan itu diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan.

“Tapi kepada pengendara kita imbau untuk tetap menjaga kecepatan meski diberlakukan one way. Anggota kami sedang proses one way,” ujar Agung.

Rencananya, sistem satu arah tersebut akan dilakukan selama dibutuhkan.

“Kalau sudah stabil kondisinya dinormalkan lagi. Ini memang baru pertama kali dilakukan one way karena kendaraan dari arah Jakarta sudah maksimal,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat Dedi Taufik menyebutkan, malam ini diprediksi menjadi puncak arus mudik. Hal itu, kata dia berkaca dari data pada tahun lalu di mana pada periode H-2 jumlah kedaraan yang melintas sebanyak 224 ribu.

“Kita pakai asumsi dari tren perkembangan sejak H-7 pada tahun lalu. Diprediksi lewat pantura itu ada kenaikan 22 persen. Tapi biasanya besok akan berkurang lagi,” tutur dedi.

 

Padat Sejak Semalam

Dedi membeberkan, berdasarkan data yang masuk ke pihaknya arus kendaraan dari Cikarang Utama ke arah Cipali sudah mulai padat sejak semalam.

“Kita lakukan contra flow di Cipali itu sebagai manajemen rekayasa. Dulu juga dipakai contra flow,” ujarnya.

Sementara, arus lalu lintas di kawasan Nagreg hingga saat ini masih lancar.

“Untuk Nagreg dipediksi H-1 dan Lebaran akan ramai karena ada pemudik lokal dan warga yang menuju tempat wisata di Garut,” ungkapnya. (Huyogo Simbolon)

Saksikan video pilihan di bawah ini

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here