SHARE

Tebas menambahkan bahwa kerusakan yang timbul akibat proses belanja Manchester City dan PSG sudah cukup besar. Tim-tim lain seperti Juventus dan Bayern Munchen jadi harus mematok harga tinggi agar pemainnya tidak lepas dari genggamannya.

“Klub seperti Juventus, Real Madrid, dan Bayern Munchen harus menaikkan harga agar klub itu tidak merebut pemainnya. Jika kami membiarkan pemasukan masuk dari luar industri itu sendiri, tapi dari sebuah negara, ini bukan lagi olahraga.” tambahnya.

Tebas melanjutkan, “Ini bukan lagi sebuah industri. Ini menjadi sebuah permainan bagi suatu negara. Dan saat ini menjadi mainan, anak-anak akan bermain dengan anak lainnya. Anda akan merusak sistem secara keseluruhan,” tandasnya.

PSG diketahui mengakali aturan FFP saat membajak Neymar dari klub raksasa La Liga, Barcelona dengan harga fantastis, yakni 222 juta euro. Menurut laporan, PSG mendanai Neymar dengan nilai yang sama sebagai bayaran untuk menjadi ambassador Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar.

Dengan uang itu, Neymar dikabarkan menebus klausul pembeliannya sendiri dan membuatnya bebas meninggalkan Barcelona. PSG pun bisa mengikatnya tanpa harus memberikan dana secara langsung kepada Barcelona.

Sumber: Bola.net

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here