SHARE

berita.lewatmana.com –  Gus Miftah baru-baru ini menjadi viral ketika videonya yang sedang berceramah di klub malam tersebar di internet. Masyarakat yang melihatnya pun memberikan komentar beragam. Ada yang salut dengan apa yang Gus Miftah lakukan, ada yang mengatakan bahwa pendekatan yang ia lakukan tidak pantas. Namun ia mengakui bahwa hal ini bukanlah pertama kali ia lakukan.

Sumber: Gus Mifath Facebook

Mari kita lebih mengenal Gus Miftah.

1. Pemilik pesantren di Yogyakarta

Pendakwah yang memiliki nama lengkap Kiai Miftah Maulana Habiburrahman ini ternyata memiliki pesantren di kampung halamannya. Namun selain mengajar di pesantren miliknya itu, ia melakukan syiar agarama di luar. Hal ini karena ia menyadari bahwa ia harus menyampaikan ilmu ke mereka yang memang membutuhkannya.

2. Datang karena diundang

Gus Miftah mengisi ceramah di sebuah klub malam, karena diundang oleh pemilik klub malam tersebut. Di video yang beredar diketahui ia melakukan ceramah di klub malam bernama Bosche. Acara itu dilaksanakan bertepatan dengan hari ulang tahun klub. Pemiliknya sendiri yang meminta Gus untuk datang. Gus bersedia datang karena baginya jika ada waktu luang, ia tidak akan menolak menyampaikan dakwah.

3. Audiens muslim hanya sebagian

Yang menarik dari fakta yang ditemukan di lapangan, ternyata sebagian orang yang hadir di acara ceramahnya itu adalah non muslim. Mereka mengikuti dengan sukarela. Gus telah mengetahuinya dan ketika akan memulai acara, ia meminta audiensnya untuk berdoa sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Jadi di sini memang tidak ada pemaksaan.

4. Sudah melakukan ceramah di klub malam selama 14 tahun

Gus Miftah cukup keheranan mengapa metode dakwahnya ini jadi banyak yang tidak menyukainya, dan baru diributkan sekarang. Padahal ia sudah melakukan dakwah dari klub malam satu, ke klub malam lainnya selama 14 tahun lamanya. Waktu yang tidak sebentar memang.

5. Tidak hanya klub malam, tapi juga tempat prostitusi

Gus tidak menolak ketika diundang ke lokasi prostitusi untuk berceramah. Isi ceramahnya pun lebih universal. Mengingatkan para audiens untuk selalu mengingat Tuhan karena masih diberi rizki.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here