SHARE

“Penandatanganan ini adalah sebuah awal dari proses yang ingin kita lakukan dengan fokus kepada pejalan kaki dan pengguna sepeda. Sebuah tim bersama akan dibentuk untuk mengupayakan dan melibatkan stakeholder pada tiga tingkatan, yaitu pertama, masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan kampanye untuk menggalang akses tingkat komunitas dalam membuka ruang untuk masyarakat bisa nyaman menggunakan jalan di sekitar stasiun. Kedua, tingkat kelembagaan yaitu PT MRT Jakarta dan Yayasan ITDP Indonesia misalnya signage atau petunjuk arah menuju stasiun MRTJ untuk memfasilitasi akses pejalan kaki dan pesepeda. Dan ketiga, pada level pemerintah seperti pembangunan infrastruktur trotoar. Semoga kawasan berorientasi transit ini menjadi lebih ramah, nyaman, aman, dan juga kembali menjadi milik masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut,”

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman terkait “Studi Integrasi Antarmoda Serta Optimalisasi Konektivitas Pejalan Kaki dan Sepeda di Sepanjang Koridor MRT Jakarta” antara PT MRT Jakarta dan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesiapada Kamis (11-7-2019) lalu di Kantor Pusat PT MRT Jakarta Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dan Country Director ITDP Indonesia, Yoga Adiwinarto. Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi, dan Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Jakarta, Ghamal Peris. Rencananya, Nota Kesepahaman ini akan berlaku selama dua tahun ke depan.

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi:

  1. Strategi integrasi tanpa hambatan dengan moda lain yang bersinggungan dengan MRT Jakarta;
  2. Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas pejalan kaki dan pesepeda di sekitar koridor MRT Jakarta;
  3. Strategi penyediaan koneksi first-mile dan last mile dengan berbasis micromobility;
  4. Strategi pembatasan parkir kendaraan pribadi di kawasan transit oriented development; dan
  5. Peningkatan konektivitas antarmoda, pejalan kaki, serta pengguna sepeda di proyek MRT Jakarta fase 2.

Yoga Adiwinarto menyampaikan apresiasinya atas upaya kerja sama ini. “MRT sebagai moda baru di Jakarta telah menjadi simbol untuk wajah baru Jakarta dalam bertransportasi, di mana konektivitas pejalan kaki, pesepeda, dan juga integrasi dengan angkutan umum lain menjadi sebuah keharusan dalam membentuk pola perjalanan warga,” ungkap Yoga Adiwinarto. “Dengan adanya kerja sama antara ITDP Indonesia dan PT MRT Jakarta ini, diharapkan kualitas akses dan integrasi yang prima dapat terwujud dengan cepat,” pungkas ia. [NAS]

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here