SHARE

PT Pertamina (Persero) telah menjalankan BBM Satu Harga mencapai 124 titik daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) wilayah Indonesia.

Hal ini mendapat sambutan masyarakat, terlihat dengan realisasi volume penyaluran pada Desember 2018 yang mencapai sebanyak 88.543 Kilo Liter (KL) per bulan.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyebutkan, 124 titik BBM Satu Harga tersebut  tersebar di Papua sebanyak 28 titik, Kalimantan 27 titik, Sumatera 24 titik, Nusa Tenggara 16 titik, Sulawesi  14 titik, Maluku 11 titik dan Jawa – Bali 4 titik.

“Kami optimistis bisa meneruskan program ini dengan baik dan mencapai target pelaksanaan BBM Satu Harga di 160 titik wilayah Indonesia,” kata Fajriyah, di Jakarta, Selasa (16/4/2019). 

Menurut dia, jika jumlah penyalur BBM satu harga semakin banyak,  masyarakat yang merasakan dampak dari BBM Satu Harga, yaitu harga BBM yang dijual sesuai ketetapan pemerintah, yaitu Premium Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter.

Fajriyah menambahkan, pada 2019 Pertamina akan menambah titik BBM Satu Harga di Sumatera sebanyak dua titik, Kalimantan 8 titik, Sulawesi tiga titik, Jawa & Bali satu titik, Nusa Tenggara 11 titik, Maluku 7 titik dan Papua empat titik.

“Pertamina senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas dan juga Kepolisian dalam pengawasan dalam pendistribusian BBM Satu Harga agar tepat sasaran serta menghindari adanya penyimpangan dan penyelendupan,” ujar dia.

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here