SHARE

Jakarta – Perdebatan sengit antara calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Puti Guntur Soekarno terjadi di debat pertama Pilgub Jatim 2018. Seperti apa sengitnya?

Sesi debat cawagub ramai. Emil Elestianto Dardak ‘menyerang’ Puti dengan mempertanyakan data bayi gizi buruk dan angka stunting di Jatim. Puti tak menjawab, tapi terus bicara soal Trenggalek, daerah yang dipimpin Emil.

Dalam kampanye beberapa pekan lalu, Puti memang pernah ke Trenggalek. Dia menemui bayi yang dinilainya mengalami gizi buruk. Dia menyoroti minimnya fasilitas dan bantuan pemerintah setempat.

Dalam debat di Gedung Dyandra Convention Center Jl Basuki Rahmat Surabaya, Selasa (10/4/2018), Emil menyentil hal itu. Dia menilai yang dikunjungi Puti bukan bayi gizi buruk. Bahkan Emil menyebut nama bayi itu sebagai penegasan dirinya tahu kondisi bayi yang dikunjungi Puti.

Puti menyahut soal bayi stunting. “Usia tiga tahun tapi tidak normal secara fisik…,” kata Puti.

Emil langsung memotong penjelasan Puti. “Loh katanya tadi gizi buruk. Berita yang beredar di media massa juga menuliskan seperti itu. Ini ada ketidakpahaman data. Sekarang saya tanya berapa angka stunting di Jatim?” tanya Emil.

Puti tak menjawab, kemudian mengalihkan ke materi lain. Emil tidak puas dengan respons itu. Kemudian menjelaskan, stunting di Jatim mencapai angka 26 persen. “Dan di Trenggalek, itu 24 persen. Jadi di bawah angka Jatim,” kata Emil dengan nada menyindir.

Puti mengklarifikasi soal penjelasannya. “Yang jelas, stunting terkait lingkungan. Di Trenggalek itu, ada desa yang MCK tidak memadai…,” kata Puti yang penjelasannya keburu dipotong Emil lagi.

Host debat Alfito Dennova Gintings dan Anisa Dasuki memotong debat kedua cawagub. “Waktu sudah habis,” kata Alfito dan Anisa sambil mendatangi Emil dan Puti dan memisahkan dua cawagub itu.

Gus Ipul kemudian beranjak dari tempat duduk, menyalami Puti, juga Emil. Mereka tertawa. Khofifah yang tetap berada di tempat duduk, ikut tertawa.

Tak hanya soal itu, keduanya juga berdebat soal kemiskinan di Jawa Timur. Data yang dipakai Puti untuk persoalan itu digugat oleh Emil.

Tak terima, Puti langsung menyerang Emil dengan sorotan kemiskinan di Trenggalek, kabupaten yang dipimpin Emil saat ini. Intinya, Emil tak berhasil mengatasi kemiskinan di Trenggalek.

“Data BPS (Badan Pusat Statistik) 2016, tingkat kemiskinan naik 0,17 persen,” kata Puti.

Puti langsung menyusulkan sorotan terhadap kemiskinan dengan sorotan terhadap angka pengangguran di Trenggalek. Disebutnya, angka pengangguran di Trenggalek naik 37 persen. Program Millennial Job Center yang hendak dibawa Emil dipertanyakan kemanjurannya oleh Puti.

Emil mengaku sudah memprediksi bahwa Puti akan menyerangnya di sisi itu. Maka tangkisan langsung dia kemukakan.

“Coba dicek angka terakhirnya,” tepis Emil terhadap serangan Puti.

Emil menggugat data BPS yang dikutip Puti. Soalnya, Emil mengetahui angka kemiskinan di daerahnya sudah mengalami penurunan.

“Angka kemiskinan malah lebih baik dari Provinsi. Malah angkanya sudah angka 12. Cek BPS saja, nggak usah teriak,” gugat Emil.

“Jangan lihat secara statis,” imbuhnya.

Soal tingkat pengangguran di Trenggalek, Emil berujar tingkatnya pada 2016 adalah 4 persen. Bahkan pada 2017 mengalami penurunan menjadi 3,4 persen.

“Kenapa turun? Karena kami melakukan diversifikasi,” kata Emil.

Puti berkukuh data BPS yang disitirnya adalah valid. “Cek angkanya dulu, Mbak, sebelum dilanjutkan. Pak Wagub (Saifullah Yusuf, cagub pasangan Puti) ini punya datanya. Tingkat pengangguran di Trenggalek justru lebih baik dari pengangguran Jawa Timur,” kata Emil menyerang balik Puti.
(jor/rna)

Baca Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here